Tito Karnavian Usulkan Pemilu 2024 Diundur, Berikut Alasannya

- Jumat, 17 September 2021 | 11:17 WIB
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian  |  Sumber : Instagram @titokarnavian
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian | Sumber : Instagram @titokarnavian

 

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Tim Konsiyenring yang terdiri dari DPR, Kemendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP mengusulkan pemilihan umum dilaksanakan pada 21 Februari 2024. Untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada), sementara itu, diusulkan pada 27 November 2024.

Namun, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan usulan yang berbeda.

Tito mengusulkan pemerintah untuk menyelenggarakan pemilihan umum (Pemilu) pada bulan April atau Mei 2024.

Usulan pemerintah untuk mengundur pemilu selama 2 bulan dari usulan Tim Konsiyering itu didapat setelah mempertimbangkan sejumlah faktor.

Baca Juga: Beredar Rumor Ronald Koeman Akan Dipecat, Presiden FC Barcelona Joan Laporta Tak Ingin Berbicara Lagi

Beberapa hal yang jadi pertimbangan seperti stabilitas politik, efisiensi anggaran di tengah pandemi Covid-19, dan situasi keamanan.

"Kalau dilaksanakan 21 Februari 2024, ini akan berakibat memajukan semua tahapan-tahapan, setidaknya (harus dimajukan ke) Juni 2022. Karena konsekuensi aturan paling lambat (tahapan Pemilu dilakukan) 20 bulan sebelum Pemilu," ucap Tito Karnavian dalam Rapat Kerja dengan KPU, Bawaslu, DKPP di Komisi II DPR pada Kamis, 16 September 2021.

"Bagaimanapun juga, ini akan mengakibatkan memanasnya suhu politik. Bukan hanya nasional, tapi di daerah. Dapat berdampak pada aspek keamanan dan kelancaran program pembangunan pusat dan daerah," sebutnya lagi.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bikin Heboh, Siswi SMP Melahirkan di Toilet Sekolah

Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:46 WIB
X