Kejagung Ungkap Peran Alex Noerdin dalam Dugaan Korupsi Pembelian Gas Bumi

- Kamis, 16 September 2021 | 19:44 WIB
Alex Noerdin. (dpr.go.id)
Alex Noerdin. (dpr.go.id)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Terkait penangkapan Eks Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dalam dugaan kasus korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PD PDE) Sumsel periode 2010-2019, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan perannya hingga ia jadi tersangkan dan ditangkap seperti saat ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak membeberkan bahwa Alex Noerdin diduga meminta alokasi gas bagian negara dari Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas) untuk PD PDE Sumsel.

"Tersangka AN (Alex Noerdin) menyetujui dilakukannya kerja sama antara PD PDE Sumatera Selatan dengan PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) membentuk PT PDPDE Gas dengan maksud menggunakan PDPDE Sumsel untuk mendapatkan alokasi gas bagian negara," kata Leo di Gedung Kejagung RI, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Eks Gubernur Sumsel, Alex Noerdin Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Korupsi Gas Bumi

Sayangnya, Leo tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal nominal uang yang diterima Alex Noerdin dalam kasus tersebut. Ia berdalih kasus ini masih didalami lebih jauh lagi.

Selain Alex, Leo mengatakan ada satu orang lagi yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni Eks Komisaris Utama PD PDE Gas Sumsel, Muddai Madang.

Sementara itu, lanjut Leo, peran tersangka Eks Komisaris Utama PD PDE Gas Sumsel, Muddai Madang diduga mendapatkan pembayaran yang tidak sah atas kasus tersebut.

"Peran tersangka MM, MM itu selaku Direktur PT DKLN dan juga merangkap komisaris utama PDPDE gas serta menjabat selaku Direktur PDPDE Gas. Tersangka MM menerima pembayaran yang tidak sah merupakan fee marketing dari PDPDE gas," tutur Leo.

Baca Juga: Sukses Atasi Karhutla dan Meningkatkan Perekonomian, Kadis LHK: Tahun Ini Riau Bangun 100 Sekat Kanal

Leo menjelaskan Alex Noerdin dan Muddai Madang telah ditahan selama 20 hari ke depan hingga 5 Oktober 2021.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Tribun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RI Ambil Alih Kendali Udara di Natuna dari Singapura

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:34 WIB

PDIP Jawa Barat Rekomendasikan Arteria Dahlan Dipecat

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:49 WIB
X