Hamilton dan Rossi pun Tak Lulus, Warganet Kesal dengan Tes SIM di RI hingga Kirim Surat Terbuka ke Jokowi

- Selasa, 14 September 2021 | 20:54 WIB
Valentino Rossi (Pixabay/LeafWriter)
Valentino Rossi (Pixabay/LeafWriter)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Menyampaikan aspirasi bisa lewat platform apa saja, termasuk media sosial.

Pengguna Twitter, Buya Eson, melalui akun pribadinya (@emerson_yuntho) mengeluarkan surat terbuka kepada Jokowi. Pasalnya berupa "Permintaan Membenahi Samsat dan Satpas" yang juga diberi tembusan kepada Menko Polhukam Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit.

Intinya, Eson merasa resah dengan sistem pelayanan publik SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) dan SATPAS (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM). Lewat surat terbuka itu, Mahasiswa Program Doktor Honoris Causa di Monash University itu menyampaikan keluhannya.

"Dengan Hormat, Bapak Presiden, saya adalah warga yang lebih 20 tahun merasa resah dan prihatin dengan pelayanan publik khususnya di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) dan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS) yang hingga saat ini belum bebas dari praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan," tulisnya pada paragraf pertama.

Baca Juga: KOPDAGRIN Kuansing bentuk Kelompok Usaha Bersama, Kelompok Batik dan Asosiasi Pembatik Kuansing

Ia mengatakan bahwa maraknya pungli dan calo di SAMSAT dan SATPAS seringkali memaksa warga untuk melakukan tindakan melanggar hukum. Ia pun mengeluhkan tes ujian SIM di Indonesia yang tidak masuk akal dan mungkin bisa membuat Lewis Hamilton dan Valentino Rossi juga bisa gagal.

"Praktik pungli dan percaloan juga terjadi dalam urusan pembuatan dan perpanjangan SIM di SATPAS. Warga juga mengeluhkan ujian teori yang tidak transparan dan ujian praktik perolehan SIM yang dinilai tidak masuk akal. Dengan model ujian praktik seperti ini, publik percaya Lewis Hamilton akan gagal mendapatkan SIM A dan Valentino Rossi juga tidak mungkin memperoleh SIM C di Indonesia," tulis Eson.

Baca Juga: 5 Gaya Hubungan Seks Suami Istri yang Dilarang dalam Islam

"Akibat sulitnya prosedur mendapatkan SIM, survei sederhana menunjukkan bahwa 3 dari 4 warga Indonesia (75 persen) - baik sengaja atau terpaksa - memperoleh SIM dengan cara yang tidak wajar (membayar lebih dari seharusnya, menyuap petugas, tidak mengikuti prosedur secara benar)," lanjutnya.

Selebihnya, @emerson_yuntho ingin agar Jokowi membenahi SAMSAT dan SATPAS. Menurutnya, perlu cara yang 'extra ordinary' karena cara yang biasa sudah tak mempan.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebiasaan yang Dapat Sebabkan Timbulnya Plak di Jantung

Jumat, 24 September 2021 | 23:01 WIB
X