Tata Kelola Belum Optimal, Sri Mulyani Ungkap 127 Kepala Daerah Jadi Terpidana Maling Uang Rakyat

- Senin, 13 September 2021 | 17:31 WIB
Sri Mulyani. (Twitter/@KemenkeuRI)
Sri Mulyani. (Twitter/@KemenkeuRI)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengungkapkan mengapa tata kelola penyelenggaraan pemerintah daerah (Pemda) selama ini belum optimal.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin 13 September 2021, Sri Mulyani mengatakan bahwa itu semua adanya tindak korupsi di daerah. Bahkan saat ini ada 127 kepala daerah yang menjadi terpidana korupsi.

Rapat tersebut membahas Mulyani membahas Rancangan Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (RUU HKPD).

Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengurai ketimbangan antar daerah.

Baca Juga: Disdik Pastikan Seluruh Sekolah Negeri di Pekanbaru Bisa Belajar Tatap Muka Terbatas

"Isu transparansi dan integritas selain kompetensi sangan menonjol menjadi concern dari publik sejak 2004 sampai 2021. Ada 127 kepala daerah yang menjadi terpidana kasus korupsi (maling uang rakyat)," ujar Sri Mulyani.

Dalam 3 tahun terakhir, Sri Mulyani menilai pengelolaan keuangan daerah belum optimal.

Pasalnya, besaran belanja birokrasi lebih tinggi 59 persen dari total anggaran daerah. Berita ini dikutip dari pikiran-rakyat.com dengan judul Sri Mulyani: Ada 127 Kepala Daerah Jadi Terpidana Maling Uang Rakyat (Korupsi).

"Besaran belanja birokrasi seperti belanja pegawai dan barang jasa yang rata-rata mencapai 59 persen dari total anggaran daerah dalam 3 tahun terakhir ini," katanya.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertalite Kritis, Masyarakat Diminta Berhemat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:37 WIB

LPSK Sebut Istri Fredy Sambo Kurang Kooperatif

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:06 WIB

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB
X