Soal Pelecehan Seksual yang Dialami MS, Ketua KPI: Gua Yakin Itu Gak Terjadi

- Jumat, 10 September 2021 | 16:24 WIB
Ketua KPI menanggapi kasus dugaan perundungan. (Instagram.com/@agung_suprio)
Ketua KPI menanggapi kasus dugaan perundungan. (Instagram.com/@agung_suprio)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Beberapa pekan terakhir Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terus menjadi perbincangan. Hal itu karena seorang pegawai KPI, berinisial MS mengaku mengalami pelecehan seksual dan perundungan dari teman-teman sekantornya.

Perundungan dan pelecehan seksual yang dialami disebut sudah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Karena pengakuan itu, KPI selalu disorot oleh masyarakat terkait bagaimana penanganan mereka terhadap kasus tersebut.

Berbicara soal dugaan perundungan yang dialami oleh MS, Ketua KPI, Agung Suprio mengaku sudah melakukan beberapa tindakan.

Baca Juga: Terima 2,3 Juta Dosis Vaksin dari Pemerintah Pusat, Dinkes Riau: Sudah 1,8 Juta Lebih Masyarakat di Vaksinasi

"Yang pertama gua akan lakukan evaluasi internal. Semua karena komisioner itu kan ada. Jadi ada yang ngurusin karyawan, mengurusi kebijakan, tentu kami akan evaluasi internal. Kami evaluasi sampai tuntas, itu yang pertama,” ujarnya.

"Kami kan sekarang sedang meminta keterangan dari banyak pihak, bukan hanya dari orang-orang baru yang sekarang bekerja. Tapi juga dari orang-orang lama untuk kemudian kami mendapat peta permasalahannya seobjektif apa," tuturnya menjelaskan di akun Podcast Deddy Corbuzier, Kamis (9/9/2021).

Yang kedua akan dilakukan adalah KPI akan segera masukkan ruang konseling yang siap diisi oleh Psikiater.

Meskipun begitu, Agung Suprio menyatakan tidak yakin kalau kasus perundungan yang ramai dibicarakan banyak orang itu benar-benar terjadi di KPI.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR Syarief Hasan Minta Pemerintah Bayarkan Tunjangan Kinerja PNS Golongan Rendah

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Erick THohir Minta Semua Fasilitas Umum di BUMN Gratis

Jumat, 26 November 2021 | 16:38 WIB

Larangan Masuk Terhadap WNI ke Arab Saudi Dihapus

Jumat, 26 November 2021 | 15:32 WIB
X