Nadiem Renovasi Ruang Kerja Senilai Rp5 Miliar, Jajaran di Kemendikbud Tak Tahu

- Kamis, 9 September 2021 | 21:17 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim  |  id.m.wikipedia.org
Mendikbudristek Nadiem Makarim | id.m.wikipedia.org

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi, Nadiem Makarim berencana merenovasi ruang kerja dengan total biaya Rp5 miliar lebih.

Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira mendukung renovasi atau pengadaan di Kemendikbud Ristek demi menunjang kepentingan pendidikan. Terlebih, selama pandemi dibutuhkan perangkat kerja yang berbasis teknologi informasi (IT).

"Kalau isinya perangkat kerja yang mendukung agar menteri bisa memonitor kinerja dan sistem pendidikan kita seluruh Indonesia untuk mendukung kerja program merdeka belajar/kampus merdeka, juga karena selama masa pandemi memang akhirnya kita bergantung pada perangkat kerja mungkin saja dibutuhkan perangkat IT yang canggih dan harganya mahal," tuturnya, Kamis (9/9/2021).

Ia mengaku pihaknya belum mendengar hal itu. Dalam laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga tidak disebutkan soal renovasi ruang kerja.

"Saya belum dengar. Laporan pemeriksaan BPK tidak ada hal itu," katanya.

Baca Juga: Polda Riau Ungkap Kasus Penggelapan yang Rugikan Pengusaha Sembako Senilai Rp3,7 Miliar

Kendati demikian, Andreas tidak mempermasalahkan perihal renovasi ruangan Nadiem. Selama tidak membeli alat-alat yang tidak ada urgensinya.

"Teman-teman cek isi ruang kerjanya apa? Apakah kursi lapis emas kah? Atau, meja dari berlian kah? Kalau itu pasti tidak urgent," kata politisi PDIP ini.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi berencana merenovasi ruang kerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Total biaya renovasi yang dikeluarkan sebesar Rp5 miliar lebih.

Hal itu terungkap dari lpse.kemdikbud.go.id. Dari situs itu disebutkan penataan ruang kerja dan ruang rapat gedung A. Nilai pagu paket sebesar Rp 6.500.000.000 dan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp 5.391.858.505. Satuan kerja dalam hal ini adalah biro umum dan pengadaan barang dan jasa.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Merdeka.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X