Cegah Trauma Korban Predator Seksual Saipul Jamil, KPI Layangkan Surat ke 18 Lembaga Siaran

- Senin, 6 September 2021 | 17:08 WIB
Pernyataan KPI Pusat terkait dugaan kasus pelecehan dan perundungan terhadap anggotanya. (Twitter/@KPI_Pusat)
Pernyataan KPI Pusat terkait dugaan kasus pelecehan dan perundungan terhadap anggotanya. (Twitter/@KPI_Pusat)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Menyusul tanggapan publik yang mengecam Saipul Jamil karena pembebasannya diglorifikasi oleh TV, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) layangkan surat kepada 18 direktur utama lembaga penyiaran.

Dalam surat yang dilayangkan kepada 18 stasiun televisi itu, KPI meminta lembaga penyiaran tidak mengulang dan membuat kesan merayakan pembebasan Saipul Jamil. Surat tertanggal 6 September 2021 ini bernomor 602/K/KPI/31.2/09/2021.

Adapun surat yang dilayangkan KPI kepada 18 stasiun televisi tersebut ditandatangani oleh Ketua KPI Pusat Agung Suprio.

KPI Pusat meminta kepada seluruh lembaga penyiaran untuk tidak melakukan amplifikasi dan glorifikasi terhadap peristiwa yang bersangkutan,” demikian bunyi surat KPI itu, Senin (6/9/2021).

Baca Juga: Polisi Ringkus dan Ungkap Kronologi Pelaku Pembuang Bayi di Jalan Setapak di Seberida

KPI berharap lembaga penyiaran dapat memahami sensitivitas dan etika kepatutan publik terhadap kasus yang telah menimpa Saipul Jamil serta tidak berupaya untuk membuka dan menumbuhkan kembali trauma korban.

Selain itu, KPI berharap muatan terkait hal-hal seperti, penyimpangan seksual, prostitusi, narkoba, dan tindak melanggar hukum lainnya yang dialami oleh artis atau publik figur dapat disampaikan secara berhati- hati dan diorientasikan kepada edukasi publik.

“Agar hal serupa tidak terulang serta sanksi hukum yg telah dijalani tidak dipersepsikan sebagai risiko biasa,” terang KPI.

Sebanyak 18 stasiun TV yang mendapat suratKPI tersebut antara lain, Televisi Republik Indonesia (TVRI), PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV), PT Cipta Megaswara Televisi (Kompas TV), PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (MNCTV), PT Deli Media Televisi (iNewsTV).

Kemudian, PT Duta Visual Tivi Tujuh (Trans7), PT Global Informasi Bermutu (GTV), PT Indosiar Visual Mandiri (Indosiar), PT Lativi Media Karya (tvOne), PT Media Televisi Indonesia (MetroTV), PT Metropolitan Televisi (RTV), PT Net Mediatama Televisi (NET.), PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI).

Selanjutnya, PT Surya Citra Televisi (SCTV), PT Televisi Transformasi Indonesia (TransTV), PT Wahana Televisi Banten (JPM TV), PT Banten Media Global Televisi (MY TV), dan PT Omni Intivision (O Channel).

Baca Juga: Korban Dugaan Perundungan di KPI Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RS Polri

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Solopos

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X