Tidak Hanya Pemboikotan di Televisi, KPAI Serukan Boikot Saipul Jamil di Youtube

- Senin, 6 September 2021 | 09:10 WIB
Saipul Jamil bebas dari penjara berdiri di atas mobil sport  |  Tangkan layar YouTube Intens Investigasi
Saipul Jamil bebas dari penjara berdiri di atas mobil sport | Tangkan layar YouTube Intens Investigasi

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Pasca bebas dari penjara beberapa waktu lalu, ternyata banyak pihak yang menolak kembalinya sosok Saipul Jamil di panggung hiburan tanah air.

Penolakan tersebut sebagai bentuk kekhawatiran bahwa Saipul Jamil akan membawa pengaruh yang tidak baik kepada masyarakat.

Selain masyarakat dan para tokoh, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung aksi pemboikotan tersebut.

Baca Juga: Pelaksanaan Ujian SKD CPNS Pemprov Riau Bisa Dilaksanakan di Domisili Peserta

Bahkan KPAI meminta pemboikotan aktor/penyanyi Saipul Jamil tidak hanya di televisi, tetapi  juga youtube dan media lainnya.

Oleh sebab itu KPAI mengimbau kepada dunia pertelevisian dan media tidak memberikan ruang untuk Saipul Jamil.

KPAI sendiri punya cara melakukan pemboikotan terhadap Saipul Jamil agar tidak laku tampil di televisi dan media lainnya. Berita ini dukutip dari Suaramerdeka.com dengan judul KPAI Dukung Pemboikotan Saipul Jamil, Begini Alasannya.

Baca Juga: Kaget Dipanggil KPK, Anggota Dewan Kepri Berdalih Khawatir Salah Alamat

"Kita gak usah nonton ketika dia muncul di televisi, muncul di Youtube, langsung saja ganti channel. Kita boikot,"  kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, senin, 6 September 2021.

Sehingga, kata Retno Listyarti, Saipul Jamil nggak akan laku di dunia hiburan, youtube dan media lainnya.

Inti dari alasan itu, tambah Retno, KPAI tidak mentolelir dan tidak memberi ruang pada orang yang sudah melakukan perbuatan pencabulan terhadap anak.

Baca Juga: Alami Penurunan Kasus Hingga Tiga Kali, PPKM di Pekanbaru Bakal Turun ke Level III

Mengingat apa yang sudah dilakukan Saipul Jamil terhadap remaja berinisial DS, lima tahun lalu.

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X