Saipul Jamil Muncul, Angga Sasongko Tarik Film Nussa dan Keluarga Cemara dari TV yang Hadirkan Pedofil

- Senin, 6 September 2021 | 01:27 WIB
Angga Sasongko. (Twitter/@anggasasongko)
Angga Sasongko. (Twitter/@anggasasongko)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Glorifikasi bebasnya Saipul Jamil dari dekaman penjara, merembet ke media televisi. Beberapa televisi berlomba mempekerjakan Saipul Jamil dalam acaranya.

Menanggapi hal itu, Sutradara, Angga Sasongko mengumumkan menghentikan kesepakatan distribusi film Nussa dan Keluarga Cemara dengan stasiun televisi.

"Menyikapi hadirnya Saiful Jamil di televisi dengan cara yang tidak menghormati korban, maka kami memberhentikan semua pembicaraan kesepakatan distribusi film Nussa & Keluarga Cemara dg stasiun TV terkait karena tidak berbagi nilai yang sama dengan karya kami yang ramah anak," tulis Angga lewat akun media sosialnya @anggasasongko.

Keputusan itu wujud dari kritik terhadap perilaku yang terkesan merayakan kebebasan pelaku kekerasan seksual pada anak, dengan membiarkannya tetap muncul dan mendapat sorotan. 

"Pemberitahuan ini dimaksudkan untuk mendukung gerakan yang melawan dirayakannya pelaku kekerasan seksual pada anak di media - media, serta menjadi kesadaran bersama pentingnya media - media yang menghargai anak - anak kita," tegasnya.

Baca Juga: Bebas, Saipul Jamil Akan Kembali Isi Acara Televisi, Seksolog: Tak Layak Beri Ruang kepada Predator Seksual

Pemberhentian pembicaraan kesepakatan penayangan Nussa dan Keluarga Cemara, tidak hanya diterapkan pada televisi yang telah menayangkan Saipul Jamil, tapi juga pada stasiun televisi lain yang akan menayangkan hal serupa.  

"Pemberhentian pembicaraan kesepakatan ini berlaku tidak hanya kepada stasiun TV yang sudah menayangkan, tapi juga stasiun TV lain yang nantinya melakukan tayangan serupa," lanjutnya.

Salah satu sosok di balik Visinema Pictures itu juga tak menilai tindakannya itu berlebihan. Karena menurutnya, sebagai pembuat film yang terinspirasi dari anak-anak dan ditujukan kepada anak-anak, adalah hal yang wajar jika dirinya tidak ingin berbagi platform dengan mereka yang tidak memiliki empati pada korban dan anak-anak.

"Mereka tidak menyebarkan nilai dan visi yang sama. Mereka tak layak mendapatkan apa yang kami kerjakan," tulisnya. 

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dubes Ukraina Ingatkan Ri Tipu Muslihat Putin

Selasa, 5 Juli 2022 | 13:12 WIB

10 Hari Lagi, Gaji ke-13 PNS Cair

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:03 WIB

Indonesia Raih Penghargaan Kependudukan dari PBB

Selasa, 14 Juni 2022 | 10:13 WIB
X