Menkes Beberkan Tiga Strategi Jangka Panjang Penanganan Covid-19 Gunakan Teknologi Digital

- Rabu, 1 September 2021 | 11:55 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin  |  Sumber : Mediacenter Riau
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin | Sumber : Mediacenter Riau

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Melalui keterangan pers perkembangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada hari Senin (30/08) secara virtual, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan strategi penanganan Covid-19 jangka panjang.

Menurut menkes, strategi penanganan ini terdiri dari tiga komponen yaitu deteksi, vaksinasi, dan perubahan perilaku.

“Kita harus lebih mempersiapkan di sisi hulunya, yaitu perubahan perilaku atau 3M, strategi deteksi yang baik atau 3T yang selama ini kita kenal, dan strategi vaksinasi,” ujar Menkes.

Terkait strategi perubahan perilaku, Budi memaparkan bahwa pemerintah memanfaatkan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam implementasi protokol kesehatan.

Aplikasi ini memiliki tiga fungsi yaitu untuk screening, tracing, dan kontrol protokol kesehatan. Menkes mengungkapkan, pemerintah akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dengan dukungan teknologi di enam aktivitas utama masyarakat.

Keenam sektor tersebut adalah, pertama perdagangan baik di pasar/toko modern maupun tradisional. Kedua, transportasi baik darat, laut, dan udara. Ketiga, pariwisata termasuk hotel, restoran, dan event/pertunjukan.

Kemudian aktivitas bekerja di kantor atau pabrik baik sektor pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, usaha mikro kecil dan menengah/industri rumah tangga. Kelima, aktivitas pendidikan seperti di SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Terakhir, aktivitas keagamaan seperti di masjid, gereja, vihara, dan pura.

Selanjutnya untuk strategi deteksi melalui 3T, diperlukan peningkatan tes epidemiologi, peningkatan rasio pelacakan kontak erat, serta surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus. Menkes menegaskan bahwa daerah yang masing memiliki tingkat positivity rate tinggi harus meningkatkan upaya pengetesan dan pelacakan.

“Di beberapa provinsi itu masih tinggi positivity rate-nya, mereka harus terus meningkatkan testing dan tracing-nya supaya kalau ketemu cepat dimasukin di isolasi terpusat,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Media Center Riau

Tags

Terkini

Pertalite Kritis, Masyarakat Diminta Berhemat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:37 WIB

LPSK Sebut Istri Fredy Sambo Kurang Kooperatif

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:06 WIB

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB
X