Kebocoran Data\e-HAC Dilaporkan Sejak Bulan Juli, Kemenkes Minta Masyarakat Beralih ke Peduli Lindungi

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 18:14 WIB
Aplikasi e-HAC  |  Sumber : Tangkapan Play Playstore
Aplikasi e-HAC | Sumber : Tangkapan Play Playstore

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Tim peneliti VPNMentor Noam Rotem dan Ran Local mengatakan bahwa Electronic Health Alert (e-HAC) tidak mempunyai privasi maupun protokol keamanan data yang mumpuni, hal ini menyebabkan data pribadi lebih dari 1,3 juta pengguna e-HAC terekspos melalui server.

e-HAC sebelumnya dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes RI), dalam hal ini Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, untuk sebagai alat mendeteksi, mencegah, dan mengendalikan kedaruratan kesehatan masyarakat melalui titik masuk (Bandara, Pelabuhan, dan Pos Perbatasan Daratan).

Atas temuan tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes Anas Ma'ruf yang mewakili pemerintah mengimbau masyarakat untuk segera menghapus aplikasi (e-HAC) lama yang ada di smartphone dan beralih ke aplikasi Peduli Lindungi.

Sebelumnya, pihak VPNMentor mengaku telah menghubungi Kemenkes pada 21 Juli 2021 dan 26 Juli 2021. Namun, ia mengaku belum mendapatkan respon dari Kemenkes.

VPNMentor turut mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghubungi pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 22 Agustus 2021 dan telah mendapat respons, sehingga pada 24 Agustus 2021 segera dilakukan tindakan.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk menghapus aplikasi e-HAC yang lama dari smartphone atau ponsel pintar.

Kemenkes menduga kebocoran data masyarakat dan pejabat berasal dari aplikasi e-HAC lama.

"Pemerintah juga meminta kepada masyarakat untuk menghapus, menghilangkan, men-delete atau uninstall aplikasi e-HAC yang lama yang terpisah," kata Anas Ma'ruf. Berita ini dikutip dari pikiran-rakyat.com dengan judul Data Pengguna e-HAC Diduga Bocor, Kemenkes Minta Masyarakat Beralih ke Peduli Lindungi.

Ia mengatakan bahwa sebetulnya data pengguna yang bocor terjadi pada aplikasi e-HAC Kemenkes bukan Peduli Lindungi dan aplikasi e-HAC Kemenkes tidak lagi digunakan sejak 2 Juli 2021.

Oleh karena itu, Anas Ma'ruf meminta masyarakat menggunakan aplikasi Peduli Lindungi serta memanfaatkan fitur e-HAC untuk perjalanan dinas.

Ia memastikan bahwa aplikasi e-HAC yang terdapat pada aplikasi Peduli Lindungi terjamin pengamanannya.

"Perlu saya sampaikan bahwa untuk e-HAC yang berada di Peduli Lindungi, servernya, infrastrukturnya berada di pusat data nasional,” ujarnya yang dikutip Pikiran-Rakyat.com (PR) dari PMJ News, Selasa, 31 Agustus 2021.

Ia menegaskan bahwa Peduli Lindungi telah terjamin keamanannya karena didukung Kominfo maupun BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara).

“Dan terjamin pengamanannya dengan didukung lembaga terkait. Yaitu, Kominfo maupun juga BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara)," katanya.

Ia menyebutkan bahwa seluruh sistem informasi yang terkait dengan pengendalian Covid-19 berada dalam satu paket pada Peduli Lindungi. Oleh karena itu, seluruh sistemnya akan dipindahkan ke pusat data nasional.

"Ini satu paket di mana seluruh sistem informasi yang terkait dengan pengendalian Covid-19 maka seluruh sistemnya akan dipindahkan ke dalam pusat data nasional," ucapnya.***(Mutia Yuantisya/pikiran-rakyat.com)

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB

Jabatan Tito Karnavian Berakhir Besok, Terus?

Kamis, 14 Juli 2022 | 12:14 WIB
X