KLHK ‘Geruduk’ Pelaku Industri Minyak Kelapa Sawit Karena Cemari Lingkungan Riau

- Rabu, 28 September 2022 | 15:15 WIB
Ilustrasi pencemaran lingkungan. (Pixabay)
Ilustrasi pencemaran lingkungan. (Pixabay)

HALUANRIAU.CO, LINGKUNGAN - Hasilkan minyak goreng dari pengolahan kelapa sawit menjadi alasan daerah Riau berkontribusi besar dalam perkembangan industri minyak sawit di Indonesia. Sebanding dengan kontribusi yang menguntungkan itu, juga dibarengi dengan kerugian besar terhadap lingkungan sekitarnya.

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Gakkum) menangkap dan menetapkan AN (40) selaku General Manajer dan EK (33) selaku Direktur PT. SIPP sebagai tersangka karena PT Sawit Inti Prima Perkasa tempat mereka bertugas terbukti telah mencemari lingkungan di tanah orang Melayu, Bengkalis, Riau.

Kepala Penyidikan Tindak Pedana Lingkungan Hidup KLHK, Anton Sardjanto mengungkapkan ada kemungkinan tersangka baru dapat bertambah karena perkara tersebut dapat menjadi korporasi.

“Nanti dari perkembangan penyidikan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka bertambah, karena memang di dalam perkara pidana itu dapat timbul korporasi,” ungkap Anton di kantor KLHK, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (28/9/2022).

Setelah penetapan status tersangka, kedua petinggi PT. Sawit Inti Prima Perkasa itu dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan segala bentuk tindak pidana karena sebabkan lingkungan Riau tercemar.

Baca Juga: Terlibat TPPU, Berkas Petinggi Fikasa Group Telah P-21

“Yaitu tindakan tertentu dalam pemulihan kualitas lingkungan. Jadi korporasi harus tetap ada,” tutur Anton.

Sebelumnya, adanya beberapa aksi illegal seperti membuang limbah secara langsung, pengolahan IPAL yang tidak sesuai dengan UKL/UPL, dan pengelolahan limbah dan limbah B3 tanpa izin menjadi alasan penetapan dua petinggi PT.SIPP itu sebagai tersangka dalam kasus pencemaran lingkungan.

Bukan itu saja, Instalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL) PT. SIPP juga pernah alami kebocoran (jebol) hingga 2 kali dan sebabkan air sungai menjadi tercemar berdasarkan analisa sampel di laboratorium.

Rasio Ridho Sani selaku Direktor Jenderal Gakkum, menjabarkan bahwa pihaknya berhasil tangkap kedua tersangka itu setelah pihaknya melakukan pendalaman kasus dan juga lakukan penelitian lingkungan. Berkat itu, para tersangka dapat dipastikan mendapat hukuman berat atas tindak pidana yang mereka lakukan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Kementerian Kolaborasi Mencapai Target NDC

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:53 WIB

Rakorsus Untuk Serius Tangani Karhutla

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:36 WIB
X