Kontraktor IPAL Bekerja Semena-mena, Komisi IV Sebut Kurangnya Pengawasan Dari PUPR

- Senin, 5 Juli 2021 | 13:06 WIB
20210705_123837-min
20210705_123837-min

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dinilai lalai dalam pengawasan pekerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru.

Dimana instansi terkait dalam hal ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekanbaru kurang melakukan pengawasan dan kontrol pengerjaan.

Sehingga para kontraktor IPAL menjadi sesuka hati 'menghancurkan' jalan umum yang dijadikan titik lokasi pengerjaan. 'Kekacauan' proyek IPAL ini memberikan dampak buruk bagi masyarakat Kota Pekanbaru.

Amburadulnya proyek IPAL ini bisa dilihat di kawasan Kecamatan Sukajadi, hampir seluruh ruas jalan menjadi rusak. Akses penutupan jalan dilakukan kontraktor IPAL sepihak tanpa koordinasi dengan instansi terkait lainnya.

"Dinas terkait dalam hal ini pengawasan yakni PUPR, jangan hanya menerima laporan dari masyarakat. Harus turun ke lapangan, harus menegur. Jangan setelah kejadian, baru ribut. Sementara pengawasannya mereka tidak pernah turun," cetus Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Sigit Yuwono, Senin (5/7).

Hampir satu tahun, proyek IPAL dirisaukan oleh masyarakat, terlebih lagi masyrakat dilokasi titik pengerjaan IPAL. Akses jalan ditutup habis, air dan tanah galian dibuang begitu saja ke dalam drainase.

Ditambah lagi dengan alat berat yang bekerja ditengah padatnya lalu lintas di kawasan pengerjaan IPAL. Bahkan, banyak usaha yang tutup akibat akses jalan terhalang.

"Masyarakat juga seharusnya bisa nyaman berjalan. Jangan mentang protek dari pusat, jangan seweang juga disini. Bekerjalah sesuai dengan SOP yang tidak merugukan orang banyak," sambung Sigit dengan nada geram.

Terkait dengan penutupan akses jalan, Sigit sarankan agar kontraktor IPAL berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru dan juga Satuan Lalulintas (Satlantas).

"Kalau itu, bekerjasamalah dengan Dishub Pekanbaru dan juga Lalulintas. Kemudian untuk tanah bekas galian itu segeran dibuang jangan dibiarkan menumpuk," singkatnya.

Penulis : Akmal

Editor: Akmal

Terkini

Seekor Tapir Masuk Kolam Warga

Selasa, 20 April 2021 | 16:53 WIB
X