Ruang Diskusi Menteri LHK Bersama NGO dan Mapala se Riau

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:14 WIB
 (Eka/HRC)
(Eka/HRC)

HALUANRIAU.CO, LINGKUNGAN - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar menerima perwakilan NGO, Mahasiswa Pecinta Alam dari Universitas se-Riau, dan penggiat lingkungan, dalam kunjungan kerjanya ke Pekanbaru, Riau.

Pertemuan ini berlangsung secara informal, santai tapi serius dalam ruang diskusi yang digelar di Ogata Coffe, jalan Zainal Abidin, Jumat (12/8/2022) malam.

"Beberapa yang hadir ini saya kenal baik karena telah banyak memberi kritik konstruktif, bahkan bersama-sama terlibat dalam praktik kebijakan di lapangan," kata Siti.

Selain berdiskusi, saya juga  mendapatkan berbagai informasi penting untuk tim teknis mempelajari dan menindaklanjuti. Saya berterimakasih atas kolaborasi kawan-kawan NGO, penggiat lingkungan dan Mapala untuk bersama-sama menjaga Riau," tambahnya.

Koordinator Jikalahari Made Ali mengatakan ruang diskusi yang selalu dibuka oleh Menteri Siti Nurbaya dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, menjadi bagian penting upaya perbaikan lingkungan hidup dan kehutanan yang selama ini menjadi fokus mereka.

Baca Juga: Polres Inhil Bekuk Bandar Judi Togel Bermodus 'Buka Cabang'

"Disela agenda yang padat selalu meluangkan waktu berdiskusi dengan masyarakat sipil, nampaknya cara Menteri LHK mendengar langsung aspirasi publik. Kita bisa menyampaikan secara kritis, berdebat, namun ada langkah konkrit yang ditawarkan Menteri LHK," kata Made.

Beberapa isu yang didiskusikan seperti abrasi pesisir pantai Inhil dan Bengkalis, akses KHDTK untuk Mapala, progres perhutanan sosial, penataan sawit dalam kawasan hutan, hutan adat hingga kesenian  dan kebudayaan dalam isu LHK seperti Forest Art Zamrud Tesso Nilo. Ini juga bagian dari Folu Netsink yang harus dikawal hingga di tingkat tapak.

"Berawal dari pertemuan-pertemuan informal sambil ngopi seperti ini, saya menilai kebijakan-kebijakan KLHK punya nilai aspirasi publik. Mari saatnya Ngopi sambil terus menyuarakan dan melawan perusakan dan pencemaran lingkungan hidup," tegas Made.

Hadir dalam kesempatan ini Dirjen PDASHL, Tenaga Ahli Menteri, Direktur PKPS, Direktur pencegahan Gakkum, Jikalahari, Paradigma, Walhi Riau, Kabut Riau, Elang, BPDN, Unisi Inhil, Keslimasy, Mapala Humendala, Mapala Suluh, Brimapala Sungkai, Kpa Emc, Begawai institut, Mapala Unilak, Mafakumpala, Mapala Phylo, Senarai, Eof, dll.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Kementerian Kolaborasi Mencapai Target NDC

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:53 WIB

Rakorsus Untuk Serius Tangani Karhutla

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:36 WIB
X