Komisi IV Sebut Kontrak Swastanisasi Sampah Tak Jelas

- Rabu, 14 April 2021 | 10:38 WIB
images (26)
images (26)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru menilai bahwa kontrak kerja antara Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dengan PT Samahana Indah dan PT Godang Tua Jaya tidak jelas.

Ketidakjelasan itu dilihat dari bunyi kontrak yang menyebut bahwa kedua perusahaan pemenang lelang swastanisasi sampah ini hanya menjemput sampah dari sumber sampah, bukan dari rumah ke rumah.

"Kontraknya juga ngambang. Kenapa saya bilang ngambang? Karena mereka mengangkut sampah dari sumber sampah. Jadi bukan bunyinya itu mengangkut sampah dari rumah ke rumah," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono saat rapat gelar pendapat dengan kedua perusahaan tersebut dan DLHK Kota Pekanbaru, Selasa (12/4).

Begitu juga dengan kinerja dari kedua operator perusahaan pengangkutan sampah tersebut, yang masih belum optimal paska ditetapkan sebagai pihak ketiga. Padahal, PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah merupakan kedua perusahaan lama yang sebelumnya juga ditunjuk dalam pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru.

"Ya belum maksimal, makanya kita (Komisi IV) akan turun untuk melihat dan meninjau seberapa banyak sih jumlah kendaraan seperti becak atau mobil dari kedua perusahaan ini. Berapa luas untuk pendapo nya. Apakah cocok dengan dalam kontrak atau tidak," paparnya.

Sigit juga menyayangkan kontrak kerja dari PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah selaku pihak ketiga hanya mengangkut sampah dari sumber sampah.

"Seharusnya kontrak kerjanya itu mengangkut sampah dari rumah kerumah. Kalau dari rumah kerumah kan kita bisa cek. Tetapi kalau dari sumber sampah, ini yang kita curigakan. Sumber sampahnya itu darimana," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala DLHK Kota Pekanbaru Marzuki membenarkan bahwa pihaknya mendapat banyak kritikan dan masukan dari Komisi IV DPRD mengenai permasalahan sampah pasca kontrak dari kedua operator perusahaan pengangkut sampah.

"Banyak masukan kepada kami (DLHK) mengenai pengangkutan sampah. Dalam hal ini kami siap melaksanakan tugas ini. Dan di masa penyesuaian pasca kontrak ini, kedua operator perusahaan di lapangan mulai berangsur optimal. Memang tadi dalam rapat ada masalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) mandiri yang masih mengangkut sampah," katanya.

Dijelaskan Marzuki, kontrak kerja kedua perusahaan pengangkutan dengan pihak ketiga yaitu adalah mengangkut sampah dari sumbernya sehingga kota menjadi bersih.

"Jadi sampah diangkat dari sumbernya, dari rumah warga. Tidak dari TPS, jadi dari rumah dibawa ke TPA. Sehingga sekarang pola kontrak kerjanya itu darimana sumber sampah itu dihasilkan. Misalkan disekolah, maka kami jemput ke sekolah, atau di pasar ya kami akan jemput ke pasar," jelasnya.

Marzuki juga mengungkapkan, DLHK masih mendapat banyak laporan mengenai persoalan pemungutan sampah di lapangan oleh operator di masa transisi lalu.

"Tentu dalam masalah ini, kami (DLHK) akan duduk bersama dengan kedua operator ini, kemudian juga dengan masyarakat, Camat dan Lurah untuk bagaimana menyelesaikan persoalan ini," tuturnya.

Lanjut Marzuki, kendala yang ditemukan oleh kedua perusahaan pengangkut sampah tersebut pasca ditetapkannya pemenang pihak ketiga yakni hanya masalah teknis.

"Sampai hari ini, yang ditemukan itu hanya masalah penyesuaian wilayah saja. Jadi PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah meminta waktu untuk penyesuaian wilayah," ujarnya.

Diketahui, PT Godang Tua Jaya akan bertanggungjawab mengangkut sampah di wilayah zona 1 yang meliputi diantaranya Kecamatan Tampan yang kini dimekarkan menjadi Binawidya dan Tuah Madani, serta Kecamatan Payung Sekaki dan Kecamatan Marpoyan Damai.

Sementara PT Samhana Indah mengangkut sampah di wilayah zona 2 yang meliputi Kecamatan Bukit Raya, Sukajadi, Pekanbaru Kota, Senapelan, Lima Puluh, Sail, Tenayan Raya dan Kulim.

Sedangkan untuk di wilayah zona 3 meliputi Kecamatan Rumbai, Rumbai Barat dan Rumbai Timur.

 

Penulis : Akmal

 

Editor: Akmal

Terkini

Seekor Tapir Masuk Kolam Warga

Selasa, 20 April 2021 | 16:53 WIB

Jangan Biarkan Karhutla Datang Tahun Ini

Kamis, 24 September 2020 | 22:17 WIB
X