Polda Riau Harus Usut Tuntas Pelaku Teror terhadap Mahasiswa Aksi Solidaritas Bongku

- Senin, 15 Juni 2020 | 15:46 WIB
images - 2020-06-15T154526.614
images - 2020-06-15T154526.614

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru meminta agar pihak Kepolisian mengusut tuntas aksi pengancaman dan intimidasi terhadap mahasiswa yang melakukan solidaritas Bongku. Pengancaman itu diterimanya melalui media elektronik.

Sebelumnya, korban merupakan mahasiswa yang melakukan aksi solidaritas pasca putusan Bongku dibacakan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis pada tanggal 18 Mei 2020 lalu. Bongku yang dihukum 1 tahun penjara dan denda 200 juta subsider 1 kurungan penjara.

Banyak reaksi mahasiswa atas putusan tersebut. Mulai dari aksi turun ke jalan, dukungan di sosial media dan penggalangan dana untuk keluarga Bongku.

Setelah beberapa hari melakukan aksi, korban mendapatkan teror dan intimidasi berupa chat Whatsapp dan beberapa kali percobaan peretasan atau pembajakan akun Instagram dan Whatsapp. Chat tersebut berisi kata kata ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada korban.

Atas hal itu, korban didampingi LBH Pekanbaru melaporkan kejadian itu ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. LBH Pekanbaru melakukan laporan pengaduan agar pihak Polda Riau memberikan perlindungan terhadap korban dari ancaman lanjutan dan mengusut tuntas kasus ini.

Andi Wijaya, selaku kuasa hukum korban mengatakan korban melaporakan dugaan tindak pidana ancaman dan intimidasi melalui media elektronik sesuai Pasal 29 Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kita melaporkan dugaan tindak pidana dalam UU ITE, karena korban mendapat ancaman dan intimidasi dari pelaku," kata Andi Wijaya melalui siaran pers yang diterima riau.haluan.co, Senin (15/6).

LBH Pekanbaru berharap polisi mengusut tuntas kasus dugaan peretasan tersebut agar tidak ada ancaman lanjutan kepada korban.

"Lewat pengaduan ini kita berharap polisi segera memproses kasus ini sehingga terungkap siapa pelakunya dan apa maksud tujuannya," lanjut Andi Wijaya.

LBH juga sudah memproses laporan pengaduan terkait hal ini ke LPSK tanggal 14 Juni 2020. "Kita berharap tindakan cepat oleh LPSK untuk memberikan perlindungan kepada para korban. Korban harus segera dapat perlindungan untuk mencaga mental mereka agar tidak surut," sebut dia.

Menurut Andi, aksi mahasiswa tersebut sudah dijamin dalam UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Dalam Pasal 66 UU PPLH itu disebutkan, setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata.

Merespon pangaduan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Riau, Indra Gunawan Eet juga mengecam aksi teror dan intimidasi kepada mahasiswa yang membela Bongku. Menurutnya apa yang mereka suarakan itu adalah suara dari masyarakat adat.

"Terkait dukungan solidaritas Bongku oleh mahasiswa kita mendukung penuh dan meminta kepada penegak hukum untuk memproses laporan," kata Indra Gunawan Eet di tempat terpisah.(rls)

Penulis : Dodi Ferdian

Editor: Dodi Ferdian

Terkini

Seekor Tapir Masuk Kolam Warga

Selasa, 20 April 2021 | 16:53 WIB

Jangan Biarkan Karhutla Datang Tahun Ini

Kamis, 24 September 2020 | 22:17 WIB
X