Mengenal Zealandia, Si Benua Hilang yang Muncul Kembali

- Rabu, 12 Januari 2022 | 18:32 WIB
Mengenal Zealandia, Si Benua Hilang yang Muncul Kembali (@maps.n.more)
Mengenal Zealandia, Si Benua Hilang yang Muncul Kembali (@maps.n.more)

HALUANRIAU.CO, LINGKUNGAN - Zealandia atau dalam bahasa Maori disebut dengan Te Riau-a-Maui adalah sebuah benua yang terletak di samping kanan dari benua Australia.

Dalam ekspedisi pemetaan samudra, Zealandia menurut para peneliti merupakan benua yang hilang tenggelam oleh air laut, dimana benua tersebut merupakan bagian dari wilayah selandia baru dan Kaledonia Baru di Pasifik Selatan.

Zealandia (Selandia), merupakan sebuah benua yang masa kerak bumi yang hampir seluruhnya tenggelam setelah memisahkan diri dari bagian terdekat mereka yakni Benua Australia dan Antartika sekitar 60-130 juta tahun yang lalu.

Zealandia merupakan pecahan dari benua besar Gondwana (79-83 juta tahun yang lalu) dimana hingga kini sebahagian besar benua tersebut 94 persennya masih berada di dasar laut.

Benua Gondwana sendiri merupakan benua terbesar di bumi yang meliputi Amerika Selatan, Afrika, Antartika, Australia, Zealandia, Arab, dan anak benua India.

Nama Zealandia sendiri pertama kali diusulkan Bruce Luyendyk, seroang Oseanografer yang juga merupakan seorang Profesor Emeritus Geofisika Kelautan di Universitas California pada tahun 1995. Namun penelitiannya.

Baca Juga: Belasan Pejabat Kampar Kembalikan Uang Perkara Korupsi Ke Kejari Kampar

Seorang peneliti asal University of Queensland, Australia Derya Gürer bersama dengan rekan-rekannya telah mengumpulkan data-data terbaru mengenai benua tersebut, dimana ia menghabiskan selama 28 hari untuk menjelajah wilayah yang disebut merupakan bagian dari Zealandia.

"Ekspedisi kami mengumpulkan data topografi dan magnetik dasar laut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana hubungan sempit antara Tasman dan Laut Koral di wilayah Cato Trough - koridor sempit antara Australia dan Zealandia - terbentuk," kata Gürer dalam sebuah pernyataan.

Gürer mengatakan bahwa ekspedisi di daerah antara lempeng Australia dan lempeng Zealandia kemungkinan sangat sulit.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: detik.com, Tempo

Tags

Terkini

X