Rebo Wekasan Dianggap Amalan Bulan Safar, NU Beri Ketetapan Terkait Perayaan Tersebut

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 14:53 WIB
Ilustrasi (Foto: Pexels/RODNAE Productions)
Ilustrasi (Foto: Pexels/RODNAE Productions)

HALUANRIAU.CO, BUDAYA - Perayaan Rebo Wekasan (Hari Rabu terakhir di bulan Sapar pada Kalender Jawa) jatuh pada tanggal 6 Oktober 2021. Banyak kalangan masyarakat Indonesia yang mempercayai perayaan amalan tersebut.

Rebo Wekasan sering kali diperdebatkan masyarakat kebenaran amalan tersebut. Terkait perdebatan ini, NU (Nahdlatul Ulama) beri ketetapan terkait hal tersebut.

Asal mula peringatan Rebo Wekasan dikatakan berdasarkan kutipan Syekh bernama Abdul Hamid Quds dalam kitabnya Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur.

Abdul menyebutkan dalam kitabnya bahwasanya Allah SWT menurunkan 320 ribu bala bencana di bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.  

Baca Juga: PCR Jadi Syarat Wajib Keluar Kota, Netizen Twitter: Harta Pejabat Melonjak dalam Sehari

Dasar inilah yang menjadi alasan munculnya perayaan Rebo Wekasan.

Menanggapi perayaan bulan Safar tersebut, Muktamar Ketiga NU menetapkan tak mempercayai adanya perayaan hari tersebut.

Dikutip dari Kawangpost, perayaan Rebo Wekasan juga dinyatakan sebagai hari naas atau
hari sial.

Pihak NU beri ketetapan tidak meyakini adanya hari khusus mengamalkan hari sial tersebut
di bulan Safar.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Terkini

Seekor Tapir Masuk Kolam Warga

Selasa, 20 April 2021 | 16:53 WIB
X