Cara Sederhana Buat Zat Pengatur Tumbuh Tumbuhan dengan Sendiri

- Senin, 4 Oktober 2021 | 18:11 WIB
Ilustrasi tumbuhan. (Istimewa)
Ilustrasi tumbuhan. (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai precursor yang aktif dalam jumlah kecil (10-6-10-5 μ). Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan.

Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai berekspresi.

Oleh karenanya, ada beberapa hormon di antaranya auksin, sitokinin, dan giberlin yang memiliki fungsi sebagai berikut:

Baca Juga: Khabib Tolak Tawaran Alex Ferguson Minum Wine Usai The Red Devils Gagal Menangkan Pertandingan

A. AUKSIN

1. Auksin akan mematahkan dormansi biji (biji tidak mau berkecambah) dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Perendaman biji/benih dengan Auksin juga akan membantu menaikkan kuantitas hasil panen.
2. Pembentukkan akar. Auksin akan memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan akar dengan lebih baik.
3. Mematahkan dominansi pucuk/apikal, yaitu suatu kondisi di mana pucuk tanaman atau akar tidak mau berkembang.

B. SITOKININ

1. Pembelahan sel dan pembesaran sel. Sitokinin memegang peranan penting dalam proses pembelahan dan pembesaran sel, sehingga akan memacu kecepatan pertumbuhan tanaman.
2. Pematahan dormansi biji. Sitokinin berfungsi untuk mematahkan dormansi (tidak mau berkecambah) pada biji-bijian tanaman.
3. Pembentukkan tunas-tunas baru,turut dipacu dengan penggunaan Sitokinin.
4. Penundaan penuaan atau kerusakan pada hasil panenan sehingga lebih awet.
5. Menaikkan tingkat mobilitas unsur-unsur dalam tanaman.
6. Sintesis pembentukkan protein akan meningkat dengan pemberian Sitokinin.

C. GIBERELIN

1. Mematahkan dormansi atau hambatan pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh normal (tidak kerdil) dengan cara mempercepat proses pembelahan sel.
2. Meningkatkan pembungaan.
3. Berperan pada pemanjangan sel.
4. Berperan pada proses partenokarpi. pada beberapa kasus pembentukan buah dapat terjadi tanpa adanya fertilisasi atau pembuahan, proses ini dinamai partenokarpi.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seekor Tapir Masuk Kolam Warga

Selasa, 20 April 2021 | 16:53 WIB
X