Marak Jasa Sewa Pacar, Psikolog Takut Berdampak Dengan Kejiwaan

- Selasa, 1 November 2022 | 13:35 WIB
Ilustrasi (pixabay)
Ilustrasi (pixabay)

HALUANRIAU.CO, LIFESTYLE - Saat ini akun penyedia jasa sewa pacar sangat mudah dijumpai di sosial media seperti tiktok dan instagram. Kemunculan praktik ini di Indonesia berkiblat dari budaya Jepang dan China yang menerapkan sewa pacar lebih dulu.

Banyaknya kejadian ini membuat para psikolog khawatir. Dilansir dari detik psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space, Veronica Adesla mengungkapkan, jasa-jasa seperti ini bisa sangat berisiko bagi penyewa maupun yang menyewa-nya. Pasalnya, jasa sewa pacar tersebut tak legal sehingga tak ada perlindungan hukum.

Menurut Veronica, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pelecehan seksual, pemerkosaan dan lainnya.

"Kalau sudah seperti itu apakah bisa minta perlindungan hukum? Yang dipertanyakan kan pasti penjualnya," ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (1/11/2022).

"Dan apakah (pelecehan itu) hanya bisa terjadi pada perempuan? Nggak, tapi juga laki-laki," sambungnya lagi.

Klik di sini untuk mendapatkan voucher Pegadaian

Selain itu, jasa seperti ini juga berdampak pada psikologis seseorang terhadap konsep penilaian diri, serta membuat seseorang menjadi perilaku yang konsumtif lantaran kecanduan menyewa pacar.

"Jadi kalau nggak punya pacar, dia merasa minder, merasa nggak percaya diri, merasa terkucilkan dari teman-temannya kalau nggak punya pacar," imbuh Veronica.

Faktor kesepian juga merupakan salah satu faktor hadirnya pacar sewaan, karena secara psikologis belum tentu apa yang ada sat ini bisa memenuhi kebutuhan orang tersebut sebagai makhluk sosial.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tips Hemat Uang Ala Anak Kost

Rabu, 21 September 2022 | 23:37 WIB

Lakukan ini, 7 Trik Jitu Menghadapi Sidang Skripsi

Rabu, 21 September 2022 | 22:53 WIB

Mendunia! 5 Makanan Khas Indonesia Salah Satunya Rawon

Selasa, 20 September 2022 | 23:08 WIB
X