Harus Tahu! 6 Kebiasaan yang Wajib Dihindari Saat Menulis

- Senin, 1 Agustus 2022 | 23:00 WIB
6 Kebiasaan yang Wajib Dihindari Saat Menulis (Pixabay.com)
6 Kebiasaan yang Wajib Dihindari Saat Menulis (Pixabay.com)

Profesi penulis belakangan makin banyak dilirik. Selain jam kerjanya yang fleksibel, pendapatannya juga lumayan. Tapi, untuk bisa menjadi penulis yang jempolan bukan perkara gampang. Bukan cuma jago menulis, lebih dari itu, seorang penulis harus mempunyai wawasan yang luas untuk mendukung dan mengukuhkan karier kepenulisannya.

Semakin sering Anda menulis, maka tulisan Anda semakin ‘renyah’ untuk dibaca. Lama-lama, Anda akan memiliki ciri khas tulisan dan segmen pembaca tersendiri.

Tapi, perlu diingat, Anda boleh menulis apa saja, namun harus menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh seorang penulis. Kebiasan-kebiasan ini juga terkadang dilakukan penulis profesional. Apa saja sih? Berikut ulasannya.

Baca Juga:Wajib Tahu! 5 Tips Mengupgrade Kemampuan Menulis, Penting untuk Personal Brandingmu


Paragraf Terlalu Panjang
Banyak orang hanya membaca sepintas sebuah artikel atau tulisan di website. Pembaca tidak memiliki banyak waktu dan cukup kesabaran untuk membaca keseluruhan artikel. Alih-alih mengamati judul utama, pembaca keburu jenuh melihat tulisan dengan paragraf yang terlalu panjang.

Jadi, buatlah paragraf yang tidak terlalu panjang. Untuk tulisan di website, Anda bisa hanya memakai 1-2 baris di setiap paragraf untuk mencegah mata terlalu lelah.

Bertele-tele
Salah satu kebiasaan buruk yang cukup sering dilakukan penulis adalah mengawali tulisan dengan paragraf yang tak memiliki hubungan dengan inti tulisan. Paragraf pembuka adalah kunci, karena ia menentukan apakah pembaca tertarik atau tidak dengan tulisan Anda.

Kalau pembaca sudah dibuat bosan dan tidak ada kesan apa-apa di paragraf pembuka, bisa-bisa mereka akan enggan meneruskan membaca paragraf selanjutnya. Jadi, tulisan pada paragraf pembuka harus tepat dan sebaiknya membikin pembaca penasaran.

Ada beberapa tips menulis paragraf pembuka. Misalnya, dengan langsung mulai dengan konflik atau pokok pembahasan. Atau, bisa juga membuka dengan kutipan dari orang terkenal, dialog yang menohok, dan deskripsi tentang tokoh yang unik.

Halaman:

Editor: Ayu Wiharyati

Sumber: yoursay.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Remehkan, 4 Manfaat Rutin Memotong Kuku

Jumat, 5 Agustus 2022 | 23:49 WIB

Kenali Ciri-Cirinya! Hati-hati Investasi Bodong

Jumat, 5 Agustus 2022 | 22:54 WIB

5 Metode Menanam Tanaman Hidroponik, Wajib Coba!

Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:39 WIB

Catat! 10 Barang yang Wajib Dibawa saat Travelling

Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:32 WIB

Harus Tahu! Berikut Tips Menjadi Perantau Sukses

Selasa, 2 Agustus 2022 | 23:36 WIB
X