Perlu Tahu, Jumlah Besaran Zakat Fitrah dengan Beras dan Uang, Jangan Sampai Salah Hitung!

- Sabtu, 30 April 2022 | 23:23 WIB
Jumlah Besaran Zakat (Pixabay.com)
Jumlah Besaran Zakat (Pixabay.com)

 


Menjelang akhir Ramadan seperti ini, biasanya banyak perusahaan yang telah memberikan tunjangan hari raya atau THR kepada para karyawannya. Mungkin, kamu salah satu yang sudah menerima THR tersebut.


Setelah menerima THR, kita langsung membaginya untuk membeli semua perlengkapan di hari raya nanti. Tapi, jangan lupa untuk menyiapkan dana khusus membayar zakat fitrah. Sebab, sebagai seorang muslim, membayar zakat fitrah adalah sebuah kewajiban untuk menyempurnakan puasa Ramadan.


Masih bingung berapa banyak zakat fitrah yang harus dibayarkan jika membayarnya dengan beras dan uang? Berikut penjelasan jumlah besaran membayar zakat fitrah dengan beras dan uang serta cara menghitungnya yang perlu kamu tahu.

Baca Juga:https://riau.harianhaluan.com/daerah/pr-113259424/gemar-zakat-di-minas-wabup-husni-dimana-didapat-disitu-berzakat


Jika kamu ingin membayar zakat fitrah dengan beras, banyaknya beras yang harus kamu bayarkan adalah 2,5 kilogram. Jenis berasnya pun tidak boleh sembarangan. Beras yang dibayarkan untuk zakat fitrah harus sama dengan beras yang kita makan sehari-hari.

Tidak boleh lebih jelek kualitasnya, namun diperbolehkan untuk memberikan yang kualitasnya lebih baik. Akan tetapi, jika kamu ingin membayarnya lebih dari 2,5 kilogram beras, juga diperbolehkan. Kamu tidak boleh membayarkan beras kurang dari 2,5 kilogram.

 
Apabila menurutmu memberikan uang sebagai zakat fitrah lebih memudahkanmu dan menguntungkan mereka yang berhak menerima zakat, maka kamu diperbolehkan membayar zakat fitrah menggunakan uang.


Melansir dari NU.or.id, membayar zakat fitrah dengan uang diperbolehkan. “Menurut kami, membayar zakat fitrah dengan uang itu boleh, bahkan dalam keadaan tertentu lebih utama. Bisa jadi pada saat Idul Fitri jumlah makanan (beras) yang dimiliki para fakir miskin jumlahnya berlebihan. Karena itu, mereka menjualnya untuk kepentingan yang lain.

Dengan membayarkan menggunakan uang, mereka tidak perlu repot-repot menjualnya kembali yang justru nilainya menjadi lebih rendah. Dan dengan uang itu pula, mereka dapat membelanjakannya sebagian untuk makanan, selebihnya untuk pakaian dan keperluan lainnya. Wallahu a’lam bish-shawab.”

Halaman:

Editor: Ayu Wiharyati

Sumber: Kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X