Menjelang 10 Terakhir Ramadan, Ini Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, Harap Bersiap!

- Rabu, 20 April 2022 | 03:50 WIB
Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, (Pixabay.com)
Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, (Pixabay.com)

Cara mendapatkan malam Lailatul Qadar adalah dengan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Kamu wajib menghidupkan 10 malam terakhir bulan Ramadan untuk mendapatkan malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan ini.


Berbagai ibadah malam hari yang bisa kamu laksanakan di antaranya adalah membaca Al-Qur’an, menunaikan salat malam, memperbanyak doa, iktikaf di masjid, dan lain sebagainya. Tentunya setiap muslim ingin mendapatkan malam yang sangat istimewa ini.


Cara mendapatkan malam Lailatul Qadar dilakukan dengan menghidupkan 10 malam terakhir bulan Ramadan. Kamu harus semakin rajin beribadah kepada Allah SWT pada hari-hari terakhir bulan suci, sehingga dapat memaksimalkan segala berkah yang ada di bulan Ramadan ini.

Baca Juga:https://riau.harianhaluan.com/lifestyle/pr-113236210/spirit-ibadah-spirit-kreativitas-berikut-10-kegiatan-produktif-buat-ramadanmu-lebih-bermakna


Berikut dirangkum dari berbagai sumber, tentang cara mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Menghidupkan Malam-Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadan dengan Ibadah
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dikatakan bahwa umat muslim dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.


Dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan,” (HR Bukhari).
Sebagian besar ulama menjelaskan jika malam Lailatul Qadar umumnya datang di malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan, Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa malam penuh kemuliaan ini akan datang di malam-malam genap.


1. Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan dengan Ibadah
Cara mendapatkan malam Lailatul Qadar membutuhkan usaha keras dan tidak kenal lelah untuk selalu meningkatkan intensitas ibadah terutama pada sepuluh akhir di bulan Ramadhan sebagaimana yang dipraktikan Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan hadits riwayat Muslim.


“Dari Aswad dari Aisyah ra ia berkata bahwa Nabi saw meningkatkan amal-ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi di waktu yang lain,” (HR Muslim).
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Rasulullah SAW mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.


“Dari Aisyah RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya,” (Muttafaq ‘alaih).

Halaman:

Editor: Ayu Wiharyati

Sumber: Suara Islam.co

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada, 6 Penyakit Menyerang Anak-anak, Hati-Hati!

Jumat, 12 Agustus 2022 | 23:49 WIB

Perlu Catat! Tips Menjaga Kesehatan Rambut Anak

Jumat, 12 Agustus 2022 | 23:12 WIB

5 Kandungan Skincare yang Bermanfaat untuk Wajah

Jumat, 12 Agustus 2022 | 22:35 WIB

Jangan Remehkan, 4 Manfaat Rutin Memotong Kuku

Jumat, 5 Agustus 2022 | 23:49 WIB

Kenali Ciri-Cirinya! Hati-hati Investasi Bodong

Jumat, 5 Agustus 2022 | 22:54 WIB

5 Metode Menanam Tanaman Hidroponik, Wajib Coba!

Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:39 WIB

Catat! 10 Barang yang Wajib Dibawa saat Travelling

Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:32 WIB
X