Fenomena Artis Adopsi Boneka Arwah, Ini Penjelasan dari Kemenag

- Kamis, 6 Januari 2022 | 18:37 WIB
Ivan Gunawan bersama boneka arwahnya
Ivan Gunawan bersama boneka arwahnya

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) M Fuad Nasar menegaskan, mempercayakan unsur gaib pada boneka arwah atau spirit doll  bertentangan dengan nilai tauhid dan menurunkan nilai kemanusiaan. 

“Mempercayai adanya unsur kekuatan gaib pada benda bikinan manusia atau benda alam berarti menurunkan nilai kemuliaan manusia, karena bertentangan dengan nilai tauhid sebagai asas keimanan kepada Allah,” kata Fuad Nasar, dikutip dari laman Kemenag, Kamis, (6/1/2021). 

Selain itu, Fuad menilai, dalam tinjauan moderasi beragama, segala sesuatu yang merendahkan harkat, derajat, dan martabat kemanusian sebagai makhluk yang berakal harus dicegah.

“Manusia diciptakan sebagai makhluk paling tinggi dan paling mulia di antara seluruh ciptaan-Nya,” tegasnya.

Baca Juga: Karena Alasan Kesehatan, Uni Eropa Larang Penjualan Bahan Kimia Tinta Tato

Moderasi beragama sendiri mengandung makna cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Fuad menjelaskan, spirit doll dan benda apapun tidak layak dipercayai membawa keberuntungan atau sebaliknya. Hobi mengoleksi boneka sebagai karya seni dan mainan boleh-boleh saja, tapi tidak boleh lebih dari itu.

Ia menilai, mempercayai adanya unsur gaib dalam spirit doll bisa mengarah pada perbuatan syirik.

“Manusia memiliki akal budi dan ilmu pengetahuan tidak seyognyanya terjerumus ke dalam perilaku yang mengarah pada syirik yakni menyekutukan Allah,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X