Suhardiman Amby Geram dengan PT CRS, Ini Penyebabnya

- Senin, 12 Juli 2021 | 19:11 WIB
Drs. H. Suhardiman Amby, Ak.MM saat rapat di Ruang Multimedia Kantor Bupati Kuantan Singingi
Drs. H. Suhardiman Amby, Ak.MM saat rapat di Ruang Multimedia Kantor Bupati Kuantan Singingi

HALUANRIAU.CO, KUANTAN SINGINGI- Wakil Bupati Kabupaten Kuantan Singingi Drs H Suhardiman Amby, Ak MM geram dengan sikap perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Citra Riau Sarana (CRS) yang tidak hadir dalam panggilan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

"Jika pihak perusahaan tidak ada itikad baiknya, tidak hadir dalam minggu ini memenuhi panggilan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, akan kita tutup PT Citra Riau Sarana (CRS) itu, " Ujar Suhardiman Senin (12/7) kepada media ini.

Dikatakan Suhardiman,Kalau memang masih ingin beroperasi di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi ini, Direktur Utama nya harus hadir langsung. Jangan utus perwakilan saja, kita tidak terima perwakilan yang tidak akan bisa mengambil keputusan, tegas Suhardiman Amby berang.

Hal ini dikatakannya perihal, saat dirinya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pekan lalu bersama OPD terkait di Pemkab Kuansing menemukan sejumlah kejanggalan di PT Citra Riau Sarana (CRS).

Kala itu, Wabup Kuansing mempertanyakan asal usul buah sawit yang dibeli dan di produksi oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT CRS tersebut.

"Karyawan nya tak bisa memberikan jawaban pasti, diduga buah yang mereka olah tidak seluruhnya milik perkebunan mereka dan juga masyarakat, tapi ada indikasi buah yang dikelolanya berasal dari lahan kawasan," Terang Suhardiman Amby.

Dijelaskan orang nomor dua Kabupaten Kuantan Singingi itu, adanya dugaan asal buah yang dikelola oleh PKS PT CRS ini berasal dari lahan kawasan yang dikuasai secara ilegal oleh sejumlah oknum mafia tanah, seperti Indra, Chandra, Alianto, Ationg, Asiong, KSJ, Linda, dan nama nama yang lainnya, jelas Wabup Suhardiman Amby.

"Secara aturan yang berlaku, pembelian buah yang berasal dari lahan hutan kawasan, berarti ini merupakan buah ilegal dan juga melanggar aturan RSPO (round tabble on sustainable palm oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil),"jelas Wabup

"Hasil produksinya juga ilegal, tidak bisa di jual di pasar perminyakan lokal maupun dunia, untuk itu diperlukan itikad baiknya dari pihak perusahaan yang kita minta hadir Direktur Utama nya langsung, jangan mengutus perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan," tegas Wabup Suhardiman Amby

Reporter: Yendri Saputra

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

Muara Lembu Sembelih 80 Hewan Kurban

Selasa, 20 Juli 2021 | 11:36 WIB

Andi Putra: Jaga Protokol Kesehatan Setiap Saat

Selasa, 20 Juli 2021 | 09:46 WIB

ASN Kuansing Siap Siap, Bakal Ada Mutasi

Senin, 19 Juli 2021 | 20:36 WIB

Polres Kuansing Sebar Ratusan Kotak Sembako

Jumat, 16 Juli 2021 | 19:11 WIB
X