Pecinta Kucing Wajib Tahu! Kenali 4 Bahaya Bulu Kucing

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 15:34 WIB
Potret Anak Kucing dan 7 Rekomendasi Makanannya ( Pexels/Larissa Barbosa)
Potret Anak Kucing dan 7 Rekomendasi Makanannya ( Pexels/Larissa Barbosa)

HALUANRIAU.CO, TIPS - Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang banyak disenangi orang. Tingkahnya yang menggemaskan dan penampilan yang imut dengan tubuh yang penuhi bulu berhasil mencuri perhatian pemiliknya.

Namun, memelihara hewan menggemaskan ini cukup berdampak pada kesehatan. Salah satunya penyebabnya ialah bulu kucing yang mudah rontok. Karena bisa saja terdapat virus berbahaya yang menempel pada bulu kucing tersebut akibat dari lingkungan bermain yang kotor.

Hal ini dapat berbahaya bagi anak, ibu hamil dan juga orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan juga memiliki kondisi medis tertentu.

Oleh karena itu, berikut beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh bulu kucing:

  1. Kurap (ringworm)

    Kurap ialah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofia. Kucing merupakan hewan yang sering tertular kurap. Hal ini dapat terjadi apabila bulu kucing basah atau jarang dibersihkan. Penularannya dapat terjadi ketika membelai kucing dan tidak mencuci tangan setelahnya.

    Gejala kurap pada kucing dapat dilihat dari adanya tanda merah melingkar berkerak dan disertai juga dengan rontoknya bulu yang cukup parah. Apabila kucing terkena kurap harus segera dibawa ke fasilitas atau klinik kesehatan hewan dan bersihkan rumah secara menyeluruh agar spora jamur tidak ada yang tertinggal.

  2. Reaksi Alergi

    Reaksi alergi tidak datang dari bulu kucing, melainkan dari air ludah, kotoran dan urinenya. Kucing memiliki kebiasaan menjilati tubuhnya, sehingga bulu kucing terpapar air ludahnya. Reaksi alergi yang muncul umumnya dapat berupa gatal-gatal, ruam atau bentol pada kulit. Namun, reaksi akibat alergi ini juga dapat mengakibatkan gejala pilek, bersin dan mata gatal karena rhinitis alergi. Orang yang memiliki riwayat asma pun dapat lebih sering kambuhnya gejala apabila terpapar bulu kucing.

  3. Penyakit Cakar Kucing

    Penyakit cakar kucing disebabkan oleh infeksi bakteri Bartonella henselae. Bakteri ini tak hanya mampu berpindah dari bekas cakaran atau gigitan kucing. Namun, dapat juga melalui bulu kucing, seperti membelai bulu kucing kemudian secara tidak sadar mengusap mata dengan tangan yang sudah terkontaminasi bakteri.

    Umumnya muncul benjolan kecil dalam jangka waktu 10 hari. Benjolan tersebut dapat diikuti dengan gejala-gejala lainnya seperti mual, muntah, demam tinggi, peradangan, menggigil, lelah dan rasa nyeri pada gelenjar getah bening.

    Penyakit cakar kucing juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang cukup serius bagi orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS atau pasien kanker yang sedang menjalani kemotrapi.

  4. Toksoplasmosis

    Toksoplasmosis ialah penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang terdapat kotoran kucing yang sudah terinfeksi dan dapat menular pada manusia.

    Setelah 2-3 minggu terinfeksi, kucing biasanya akan mengeluarkan kotoran yang terdapat parasit. Saat kucing menjilati tubuh, ada kemungkinan parasit ini tertinggal pada bulunya.

    Penyakit ini dapat berbahaya bagi ibu hamil dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Pada ibu hamil toksoplasmosis dapat mengakibatkan keguguran, kelahiran prematur atau penyakit bawaan lahir pada janin.

Baca Juga: SDN Bernas Pelalawan Gelar Rapat Komite Bersama Orang Tua Murid Persiapan Pelaksanaan MDTA

Untuk menghindari resiko terkena penyakit yang disebabkan oleh kucing terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Membersihkan kucing dan kandang kucing secara rutin

    Kebersihan kucing dan kandang kucing merupakan hal yang utama. Untuk menjaga kesehatan kucing dapat dengan cara memandikan kucing 2 kali seminggu menggunakan sampo khusus kucing dan membilasnya dengan air jernih. Ini merupakan hal yang penting, agar bakteri, parasit dan jamur tidak berkembang pada tubuh kucing.

  2. Membuat tempat khusus untuk kotoran kucing

    Kotoran kucing merupakan sumber penyakit. Agar kotoran kucing tidak berada disembarang tempat, pemilik dapat memberikan wadah atau litter box khusus. Selain itu, kucing juga perlu dilatih agar dapat membuang kotorannya di tempat khusus tersebut.

  3. Bersihkan diri setelah menyentuh kucing

    Terdapat berbagai aktivitas yang melibatkan tangan kita, oleh karena itu kebersihan tangan merupakan hal yang wajib dijaga. Apabila anda memiliki kontas fisik langsung dengan kucing, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.

Selain beberapa cara tersebut, kucing juga perlu diperiksakan secara rutin ke dokter hewan juga, pemberian vaksin secara rutin pada kucing. Pemberian vaksin dapat melindungi kucing dari berbagai infeksi virus dan bakteri.

(Gita/HRC-MaG)

Baca Juga: Thailand Legalkan Ganja, Kenali Manfaatnya Untuk Kepentingan Medis!

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: Halodoc.com, Alodokter.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Potensi Penyakit Jantung Koroner, Deteksi Dini

Jumat, 5 Agustus 2022 | 23:56 WIB

Kenali 5 Cara Mengatasi Gejala Anak Kurang Gizi

Selasa, 26 Juli 2022 | 22:35 WIB

3 Khasiat Salad Buah untuk Kesehatan Ibu Hamil

Jumat, 22 Juli 2022 | 23:15 WIB
X