Waspada! Ini Derertan Penyakit yang Kerap Menyerang Anak-anak

- Rabu, 18 Mei 2022 | 22:59 WIB
Penyakit yang Kerap Menyerang Anak-anak (Pixabay.com)
Penyakit yang Kerap Menyerang Anak-anak (Pixabay.com)

Sakit pada anak dianggap wajar karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna, sehingga rentan terinfeksi virus dan bakteri. Meski begitu, ibu tetap perlu menjaga kesehatan anak agar tumbuh kembangnya optimal, terutama pada 1000 hari awal kehidupannya. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua untuk memastikan kesehatan anak adalah dengan mengetahui apa saja penyakit yang paling rentan menyerang anak.

Dengan demikian, orang tua dapat menetapkan rencana untuk mencegah kondisi tersebut dan langkah-langkah antisipasi jika anak terkena kondisi tersebut.


Penyakit yang Banyak Menyerang Anak-anak
Kali ini, kita akan membahas apa saja penyakit yang banyak menyerang anak-anak.

Baca juga: https://riau.harianhaluan.com/kesehatan/pr-113389987/ampuh-catat-8-tips-efektif-cegah-penyebaran-infeksi-pada-anak-lindungi-dari-penyakit


1. Sakit tenggorokan
Sakit tenggorokan adalah kondisi yang sering terjadi pada anak-anak dan menyebabkan rasa tidak nyaman yang luar biasa. Sakit tenggorokan bisa diakibatkan oleh penyebab yang berbeda-beda sehingga memerlukan pengobatan yang berbeda.

Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, maka anak tidak perlu diobati dengan antibiotik. Bahkan, tak jarang sakit tenggorokan sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan.

Pada kasus lain, sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut streptokokus. Untuk mendiagnosis sakit tenggorokan yang disebabkan oleh streptokokus, dokter akan merujuk pasien untuk melakukan tes laboratorium. Jika hasil tes menunjukkan sakit tenggorokan disebabkan oleh streptokokus, dokter akan meresepkan antibiotik.


2. Pilek
Pilek disebabkan oleh infeksi virus di saluran pernapasan bagian atas. Banyak anak kecil, utamanya yang sehari-hari dititipkan di tempat penitipan anak, dapat mengalami 6 hingga 8 kali pilek per tahun.

Gejala pilek termasuk hidung meler, hidung tersumbat, dan batuk, yang dapat berlangsung hingga sepuluh hari. Pilek tidak membutuhkan antibiotik untuk pengobatannya. Namun, jika dicurigai pilek disebabkan oleh infeksi sinus, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik jika dirasa perlu.

3. Batuk
Batuk paling sering disebabkan oleh virus dan biasanya tidak diberi antibiotik. Selain itu, tidak dianjurkan untuk memberikan obat batuk pada anak-anak berusia 4 tahun ke bawah, kecuali disarankan oleh dokter.

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa obat batuk tidak bekerja secara efektif pada anak di bawah usia 4 tahun, bahkan memiliki potensi efek samping yang serius. Untuk itu, ada baiknya orang tua membawa anak ke dokter ketika batuk dan tidak memberikan obat, kecuali atas saran dokter.

Baca juga: https://riau.harianhaluan.com/lifestyle/pr-113367189/ketahui-6-cara-jitu-melatih-bayi-cepat-duduk-tengkurap-merangkak-dan-berjalan

4. Diare
Dalam beberapa tahun terakhir, kematian anak akibat diare telah berkurang secara signifikan. Namun, diare masih menjadi penyebab tewasnya anak-anak akibat penyait, terutama di lingkungan tertentu.

UNICEF melaporkan bahwa sebagian besar kematian akibat diare terjadi pada anak-anak di bawah usia 2 tahun yang tinggal di Asia Selatan atau Afrika sub-Sahara. Kabar baiknya, anak-anak dapat diselamatkan dari risiko kematian akibat diare dengan intervensi sederhana yang efektif, seperti garam rehidrasi oral dan seng. Bahkan, sekitar 70 hingga 90 persen kematian akibat diare cair akut dapat dicegah dengan garam rehidrasi oral.


5. Malaria
Malaria menjadi salah satu penyakit paling mematikan bagi anak-anak di seluruh dunia. Untuk melenyapkan malaria dari muka bumi, dibutuhkan peningkatan investasi global, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan. Namun, sebagai individu, kita dapat mencegah malaria pada diri sendiri dan anak dengan memasang kelambu yang diberi insektisida. Selain itu, pengobatan dini juga sangat penting untuk penyembuhan malaria.

6. Tuberkulosis
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang sudah diketahui secara luas pencegahan dan pengobatannya. Namun, kasus orang yang meninggal karena TB masih banyak setiap harinya. Bahkan, sebagian besar kematian ini terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Sementara orang dewasa sudah sangat memahami bagaimana cara pencegahan, diagnosis, dan mengobati TB, anak-anak masih membutuhkan bantuan orang dewasa untuk menjauhkan mereka dari risiko terkena TB.

Salah satu pencegahan TB pada anak adalah dengan vaksin BCG. TB juga dapat dicegah pada anak-anak dengan mendiagnosis dan mengobati kasus TB aktif pada orang dewasa.

Mengajarkan anak agar mengadopsi gaya hidup yang sehat dan menjaga kebersihan adalah cara terbaik untuk menghindarkan anak dari masalah kesehatan apa pun. Selain itu, jika Mums memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan anak, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter anak.

Baca juga: https://riau.harianhaluan.com/lifestyle/pr-113367152/lakukan-ini-7-cara-efektif-anak-agar-cepat-berbicara

 

Editor: Ayu Wiharyati

Sumber: Alodokter.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X