Pornografi Lebih Efektif Rusak Otak Ketimbang Narkoba, Simak Penjelasan Serta Kerugiannya

- Senin, 22 November 2021 | 19:33 WIB
Ilustrasi (Robina Weermeijer on Unsplash)
Ilustrasi (Robina Weermeijer on Unsplash)

HALUANRIAU.CO, KESEHATAN - Konten pornografi yang ditonton disebut punya daya merusak otak lebih efektif ketimbang pemakai narkoba jenis ganja atau ekstasi.

Narkolema adalah narkoba lewat mata yang dipicu dari kebiasaan menonton adegan pornografi yang dianggap lebih mematikan ketimbang pecandu narkoba.

Dr. Mark Kastleman mengistilahkan pornografi sebagai visual cocain atau “Narkolema”, narkotika lewat mata.

Menurut para ahli, kerusakan otak akibat kecanduan konten porno lebih parah dan lebih sulit direhabilitasi sebab narkotika merusak tiga bagian otak sedang narkolema mengacaukan lima bagian otak.

Baca Juga: Gubernur Tetapkan UMP Riau 2022 Sebesar Rp 2.938.564

Mirisnya, Narkolema lewat pornografi belum bisa ditindak secara hukum seperti pecandu narkoba jenis ganja atau sabu-sabu. Sehingga kegiatan narkolema lebih leluasa dilakoni pecandunya lantaran mudahnya mengakses konten porno lewat internet kapan dan dimanapun dan tidak semahal narkotika.

Hasil pencarian keyword dunia di internet sekitar 68 juta per harinya berhubungan dengan kata pornografi. Angka yang diindikasikan sebagai besaran jumlah pecandu konten porno yang rentan jadi pasien narkolema.

Akses pornografi seakan tidak memiliki penjaring, usia berapapun tidak memandang tua dan muda. Inilah alasan Pecandu Narkolema lebih ganas ketimbang pengguna narkoba.

Berikut penjelasan pornografi lewat Narkolema lebih efektif sebabkan kerusakan otak, yaitu:

  1. Ahli Bedah Otak dari AS, Dr. Donald Hilton Jr, mengelompokkan kecanduan pornografi sebagai penyakit, karena mengakibatkan perubahan  
    struktur dan fungsi otak, atau istilah ekstrem “merusak otak”. Bagian otak yang paling dirusak adalah prefrontal cortex (PFC) yang menurunkan
    kemampuan membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali
    impuls-impuls.

  2. Seorang ahli saraf dari Universitas California, Dr. Gary Lynch yang mengatakan bahwa ketika adegan porno ditangkap oleh mata manusia, maka secara
    otomatis akan direspon dan diteruskan ke dalam lapisan struktur dalam otak.  Setengah detik saja melihat konten porno, dalam waktu lima sampai sepuluh
    menit akan ada satu protein yang terbentuk alami di dalam tubuh yaitu DeltaFosB yang memicu perubahan dalam otak secara perlahan-lahan.

  3. Para peneliti di Jerman menemukan Striatum, daerah otak yang berkaitan dengan motivasi akan terus menyusut akibat terlalu sering mengakses konten porno.

  4. Saat mengakses konten porno,  otak dibanjiri produksi dopamin membuat suasana hati bahagia. Hal ini beresiko menurunkan sensitivitas otak membutuhkan hal-hal
    yang lebih gila dan ekstrim dari waktu ke waktu untuk bisa mencapai kebutuhan produksi dopamin yang terus menerus mengalami peningkatan dosis.

  5. Hasil penelitian di JAMA Psychiatry tahun 2004, penelitian tahun 2011 terbitan Psychology Today menyampaikan menonton pornografi secara teratur dapat
    menimbulkan respon terhadap rangsangan seksual dari waktu ke waktu sehingga pecandunya akan membutuhkan peningkatan yang lebih ekstrim, dosis yang lebih tinggi.

  6. Terjadinya pemerkosaan merupakan salah satu dampak yang bermula dari kecanduan pornografi akibat meningkatnya tuntutan kebutuhan dopamin di otak pecandu
    diikuti menurunnya fungsi otak dalam mengendalikan hawa nafsu, emosi, serta mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali
    impuls-impuls. Peneliti menyimpulkan, pornografi menciptakan generasi muda yang putus asa di kamar tidur, sebuah catatan penting bagi siapapun untuk
    menjauhi dan meninggalkannya.

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X