Hati-hati, Banyak Produk Rokok Palsu di Pasaran, Kenali bahayanya

- Selasa, 2 November 2021 | 22:29 WIB
Ilustrasi Rokok (Gerald)
Ilustrasi Rokok (Gerald)

Namun kedua hal ini ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan yang berbeda, terutama rokok ilegal yang memiliki mudharat untuk tubuh lebih besar.

Baca Juga: Novavax, Vaksin yang Akan Digunakan Indonesia Pertama Kali di Dunia

"Dikaji dari bidang pengetahuan kimia, rokok yang tidak resmi mengandung zat karbon dioksida yang lebih tinggi dibandingkan rokok resmi," kata analis dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Meulaboh, Juanda, kepada RRI, Rabu (18/12/2019).

Karbon dioksida (C02) adalah makanan tanaman karena kosentrasi karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh tumbuhan pada proses fotosintesis.

Kemudian, ada perbedaan lain yang berdampak sangat buruk bagi kesehatan bila mengkonsumsi rokok ilegal, yakni pada bagian rokok tersebut tidak tersedia saos atau lebih dikenal Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Sementara rokok resmi yang beredar memiliki SKM, kalau pun tidak tersedia karena sifatnya sigaret kretek tidak memiliki filter, tetapi rokok resmi masih sedikit berkurang dampak buruknya dibandingkan rokok tidak resmi.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X