Menkes Budi Sebut Penyintas HIV dan Kanker Prioritas Disuntik Booster Vaksin Covid-19

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:14 WIB
Ilustrasi vaksin (Foto: Alexandra_Koch dari Pixabay)
Ilustrasi vaksin (Foto: Alexandra_Koch dari Pixabay)

Dikutip dari Indozone, penelitian ini tengah dilakukan oleh lembaga penelitian terkait dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI)sedang mengkaji jenis vaksin yang dijadikan booster.

Hasil riset tersebut rencananya dijadwalkan rampung akhir tahun 2021 ini, dan akan ditindaklanjuti pada awal tahun 2022.

"Rencana tahun depan kita akan memberikan booster dan sekarang sedang dikaji untuk melihat kombinasi mana yang paling baik. Antara Sinovac-Sinovac (lalu) boosternya AstraZeneca atau Sinovac-Sinovac dan boosternya Pfizer atau yang AstraZeneca-AstraZeneca boosternya Sinovac atau Pfizer," urai Budi.

Baca Juga: Bunuh Istri dengan Suntik Overdosis, Dokter Jalankan Ritual Ilmu Hitam

Saat ini sudah ada 4 negara (Singapura, Amerika Serikat, Thailand, dan Jepang) yan tengah mempertimbangkan opsi suntikan vaksin booster.

Diketahui Singapura sudah memulai pemberian vaksin booster pada 9 Oktober 2021. Sasarannya adalah kelompok usia 30 tahun ke atas, selain mereka yang berada dalam lingkungan rentan terjangkit corona, seperti di penjara.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Indozone.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Potensi Penyakit Jantung Koroner, Deteksi Dini

Jumat, 5 Agustus 2022 | 23:56 WIB

Kenali 5 Cara Mengatasi Gejala Anak Kurang Gizi

Selasa, 26 Juli 2022 | 22:35 WIB

3 Khasiat Salad Buah untuk Kesehatan Ibu Hamil

Jumat, 22 Juli 2022 | 23:15 WIB
X