Kontroversi Peringatan No Bra Day, 'Pamer Sensualitas' Justru Lebih Menonjol Dibandingkan Konten Edukasi

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:28 WIB
Ilustrasi No Bra Day (Foto: Pablo Heimplatz on Unsplash)
Ilustrasi No Bra Day (Foto: Pablo Heimplatz on Unsplash)

HALUANRIAU.CO, KESEHATAN - No Bra Day (hari tanpa bra) adalah peringatan tahunan setiap tanggal 13 Oktober, dimana peringatan ini bertujuan agar wanita meningkatkan kesadaran akan adanya kanker payudara.

Pada tahun 2011 hari tanpa bra dirayakan setiap tanggal 9 Juli. Lalu diubah menjadi tanggal 13 Oktober bertepatan dengan Bulan Kesadaran Kanker Payudara yang jatuh tiap bulan Oktober.

Ahli bedah plastik di Kanada, dr Mitchell Brown, adalah orang yang pertama kali memulai perayaan tersebut dengan sebutan 'BRA Day'. dr Brown menciptakan Hari Kesadaran Rekonstruksi Payudara (BRA) di Women's College Hospital dan Toronto General Hospital.

Dalam wawancara terhadap berberapa wanita tentang pengunaan bra dalam keseharian mereka terdapat berberapa fakta.

Baca Juga: Superman Baru Seorang Biseksual, Fraksi PPP DPR Minta Pemerintah Boikot Penerbit DC Comics

Fakta yang pertama, empat dari lima orang lebih nyaman tidak mengunakan bra dalam kegiatan sehari hari, hanya saja terdapat keadaan yang memaksa harus memakai bra demi kenyaman, tetapi ada juga yang merasa aneh tidak memakai bra.

Fakta yang kedua empat dari lima orang mempercayai bra dapat menyebabkan kanker payudara dan membuat sulitnya untuk bernafas, sedangkan satu nara sumber merasa ragu dengan hal itu.

Dalam hal ini seluruh partisipan yang di wawancarai mereka mengaku tidak mengikuti hari tanpa bra, yang di peringati setiap tahunnya.

Mereka lebih memilih dalam pengunaan bra tergantung kenyamanan mereka sendiri, dua dari narasumber percaya bahwa memakai bra dalam waktu lama dapat menyebabkan kanker tetapi mereka tetap menggunakan dengan alasan kenyamanan pribadi.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X