Permasalahan Lahan Tora Tak Kunjung Tuntas, Masyarakat Adat Senama Nenek Lakukan Aksi Unjuk Rasa

- Rabu, 7 Juli 2021 | 13:26 WIB
Aksi Sinama Nenek
Aksi Sinama Nenek

HALUANRIAU.CO, KAMPAR-Ratusan orang pemilih lahan sawit dari program TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) Senama Nenek. Yang merupakan salah satu program unggulan Presiden RI Joko Widodo, melakukan aksi unjuk rasa di lahan mereka.

Hal itu dipicu karna pemilik lahan sudah tidak percaya lagi dengan pengurasan Koperasi Nenek Eno Senama Nenek yang selama ini mengelola lahan mereka tersebut. Mereka menilai selama ini KNES tidak transparan dalam pengelolaan lahan tersebut.

Walaupun sempat dihadang menggunakan truk cool diesel oleh pihak KNES, masa yang mengatasnamakan dari Masyarakat Adat Kenegerian Senama Nenek itu berhasil menduduki lahan dan mendeklarasikan lahan mereka masing - masing sesuai atas kepemilikan pada sertifikat di Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu. Tiap orang memiliki satu kapling atau sekitar dua hektare.

"Awalnya masyarakat dihadang menggunakan mobil dantruck di jalan agar masayarakat adat tidak dapat memasuki lahan dan ampang - ampang di gembok. Hampir terjadi slek dilapangan antara masyarakat adat dengan pihak KNES karna masyarakat adat tidak bisa masuk menuju lahan mereka," ujarak Samsum Hadi Said Datuk Simajelo pada haluanriau.co, Selasa (6/7).

"Namun hal itu bisa diatasi dengan cepat oleh pihak kepolisian dan juga sempat terjadi perdebatan alot antara masyarakat adat dengan pihak knes. Akhirnya masayarakat adat tetap bisa memasuki lahan, setelah ampang - ampang dibuka dan mobil dantruc dipindahkan," sambung dia.

Samsul mengatakan, kalau tidak ada kejelasan dari pihak knes maka masyarakat adat akan mengambil alih dan mengelola secara mandiri lahan mereka, karena masyarakat tidak percaya lagi dengan pihak knes.

"Masayarakat adat memberi waktu kepada pihak knes 3 hari, dalam waktu 3 hari masyarakat adat tidak mendapatkan sebuah keputusan yang diinginkan maka masyarakat adat langsung mengambil alih lahan mereka dan mengelolanya sendiri tanpa knes," kata Samsul Hadi.

"Kami sebagai nenik mamak penguasa tanah ulayat mengingatkan knes agar tau diri dalam hal ini. Karena knes hanya sebatas pengelola di dipercaya oleh pemerintah saat itu, bukan sebagai pemilik, keputusan tertinggi ada ditangan anggota bukan ditangan pengurus knes," ucap Datuok Simajelo memungkasi.

 

 

Reporter: Amri

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

X