Penyidikan Korupsi Pelabuhan Bagansiapiapi, Kejari Masih Tunggu Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 20:11 WIB
Kepala Seksi Intelijen Kejari Rokan Hilir, Hasbullah
Kepala Seksi Intelijen Kejari Rokan Hilir, Hasbullah

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Pengusutan dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Bagansiapiapi, masih berlanjut. Saat ini, penyidik masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara yang dilakukan auditor eksternal.

Pengusutan dugaan rasuah ini dilakukan penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir (Rohil). Dimana saat ini status perkara dalam tahap penyidikan.

Dalam tahap itu, penyidik masih berupaya mengumpulkan alat bukti. Baik dari keterangan saksi-saksi yang jumlahnya lebih dari 18 orang, maupun barang bukti lainnya. Salah satunya dengan mengantongi hasil audit PKN.

Penyidik diketahui telah berkoordinasi dengan auditor eksternal, dalam hal ini Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau. "Masih menunggu hasil audit dari BPKP," ujar Kepala Kejari (Kajari) Rohil Yuliarni Appy melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Hasbullah, Kamis (26/8/2021).

Diakui dia, pelaksanaan audit berjalan lambat. Hal itu dikarenakan kondisi saat ini masih pandemi Covid-19. "Pegawai BPKP masih banyak WFH (work from home,red)," kata Jaksa yang pernah bertugas di Jambi tersebut.

Diyakininya, jika hasil audit telah dikantongi, proses penyidikan tidak lagi akan memakan waktu yang lama. Menurut dia, adanya hasil audit tersebut akan memperkuat alat bukti untuk kelanjutan perkara.

"Sementara masih mengejar hasil audit karena kerugian negara harus nyata," pungkas Hasbullah.

Sebelumnya, ada sekelompok orang yang melakukan unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dan mengatakan kalau penanganan perkara jalan di tempat. Mereka juga mengatakan jika penanganan perkara masih dalam tahap penyelidikan.

Adalah massa dari Aliansi Peduli Rokan Hilir (APRiL) yang menyatakan hal itu. Dikatakan mereka, Pelabuhan Bagansiapiapi digadang-gadang menjadi pelabuhan bertaraf internasional, saat ini, kondisinya sangat memprihatinkan.

Proyek ini, dikatakan mereka, mendapatkan kucuran anggaran kembali pada tahun 2018, yakni sebesar Rp20,7 miliar dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Dana puluhan miliar itu untuk melanjutkan kembali pembangunan pelabuhan tersebut.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Terkini

Asyik Main Judi Song, 4 Warga Perawang Diborgol Polisi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:56 WIB

Kuansing Heboh, Benarkah Ada OTT KPK, Lalu Siapa

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:11 WIB
X