LSM KPH-PL Kampar Endus Keterlibatan Oknum Disdikpora dalam Praktik Jual Beli LKS

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 19:34 WIB
Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar
Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar diduga main mata dengan pihak sekolah dan distributor terkait maraknya jual beli Lembar Kerja Siswa di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten tersebut.

Dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamat Lingkungan (KPH-PL) Kampar, Mustafa Kamal, saat ini masih banyak ditemukan sekolah melakukan praktik jual beli LKS.

Namun ketika pihaknya mencoba berkoordinasi dengan dinas terkait, mereka terkesan tutup mata. Hal itu, kata dia, dibuktikan dengan tidak adanya sanksi atau penindakan yang dilakukan.

"Terkait dugaan para oknum kepala sekolah melakukan jual beli LKS, jelas sudah mengangkangi PP Nomor 17 Tahun 2010 dan kita akan mengawal persoalan ini sampai tuntas. Hal ini juga tentu menjadi PR bagi penegak hukum dan pihak dinas terkait untuk memberantas dugaan praktik pungli tersebut," kata Kamal, Selasa (10/8).

Dia menduga ada keterlibatan oknum dari Disdikpora bekerja sama dengan salah satu distributor buku terkait dengan maraknya jual beli LKS. Hal itu, menurutnya, berdasarkan hasil investigasi pihaknya.

"Dari hasil investigasi yang kita lakukan, ada dugaan keterlibatan salah satu oknum dari dinas berinisial ND. ND diduga bekerja sama dengan salah satu distributor LKS," sebut Kamal

"Dan juga dalam pantauan kita, distributor yang ada saat pertemuan dengan oknum dinas inisial ND tersebut, rata-rata memasukan LKS di setiap sekolah di Kampar," sambung dia.

Kamal mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut ke penegak hukum. "Nanti kita buktikan, karena proses ini secepatnya akan kita laporkan ke penegak hukum," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait. Kepala Disdikpora Kampar M Yasir saat dikonfirmasi melalui selululernya nomor 0812-7526-7xx tidak aktif. Upaya konfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, sang kadis tidak menanggapi walaupun pesan yang dikirim sudah ada tanda dibaca.

Editor: Dodi Ferdian

Sumber: Amri

Tags

Terkini

Asyik Main Judi Song, 4 Warga Perawang Diborgol Polisi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:56 WIB

Kuansing Heboh, Benarkah Ada OTT KPK, Lalu Siapa

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:11 WIB
X