Politisi NasDem Agus Pramono Masih Berstatus Tersangka Dugaan Kelalaian Pengelolaan Sampah di Pekanbaru

- Selasa, 3 Januari 2023 | 14:32 WIB
Kolonel (Purn) Agus Pramono (kanan) mendaftarkan diri jadi bacaleg Partai NasDem untuk DPRD Riau dari Dapil Kota Pekanbaru, Senin (7/11/2022) (Istimewa)
Kolonel (Purn) Agus Pramono (kanan) mendaftarkan diri jadi bacaleg Partai NasDem untuk DPRD Riau dari Dapil Kota Pekanbaru, Senin (7/11/2022) (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Agus Pramono masih menyandang status tersangka kasus dugaan kelalaian pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru. Dalam waktu dekat dipastikan terkait status mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Pekanbaru yang juga merupakan politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu.

Pengusutan perkara ini bermula pada Januari 2021 dimana Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau melakukan penyelidikan. Dua pekan berselang, status perkara ditingkatkan status ke tahap penyidikan.

Selanjutnya, penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Baik dari kalangan masyarakat, saksi ahli lingkungan hidup, saksi ahli pidana, ahli tata negara, ahli baku mutu lingkungan serta saksi lainnya.

Saat penyidikan umum, Agus Pramono pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Salah satunya pada Rabu, 28 April 2021.

Saat pemeriksaan itu, dia tak sendirian. Melainkan bersama Adil Putra, yang saat itu menjabat Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah di instansi tersebut.

Sehari berselang, penyidik melakukan gelar perkara. Hasilnya, penyidik sepakat menetapkan keduanya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut.

Kendati menyandang status tersangka, keduanya tidak dilakukan penahanan. Pasalnya ancaman pidana dalam perkara itu di bawah 5 tahun.

Penyidik kemudian mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke pihak Kejaksaan. Atas SPDP itu, telah ditunjuk sejumlah Jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan. Para Jaksa itu akan melakukan penelaahan jika telah tahap I atau berkas perkara dilimpahkan penyidik.

Namun hingga waktu yang ditentukan, penyidik tak kunjung melakukan hal tersebut. Jaksa kemudian melayangkan P-17 untuk menanyakan perkembangan proses penyidikan. Tidak hanya sekali, P-17 itu sudah dikirimkan sebanyak 2 kali.

Tak mengindahkan permintaan tersebut, Jaksa akhirnya mengembalikan SPDP ke penyidik.

Dua tahun berselang, Agus Pramono dan Adil Putra masih berstatus tersangka. Hal itu sebagaimana disampaikan Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Asep Dermawan saat dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.

Dikatakan Asep, pihaknya masih membutuhkan keterangan ahli untuk membuat terang kasus tersebut. Hal tersebut terkait penerapan pasal yang disangkakan terhadap para pesakitan.

"Memang seharusnya Desember kemarin ini sudah selesai karena komunikasi dengan ahli. Karena ada satu perbedaan unsur pasal terkait pengelolaan (sampah) tadi," ujar Kombes Pol Asep, Selasa (3/1).

Sebelumnya, Agus Pramono dan Adil Putra dijerat dengan Pasal 40 dan atau Pasal 41 Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Yakni, Pasal 40 ayat (1) ancamannya 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta. Sedangkan Pasal 41 ayat (1) ancamannya 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

"Karena memang menurut (pihak) Lingkungan Hidup juga pada tahun 2008, semenjak diundangkan, belum pernah ada menggunakan pasal itu," sebut perwira menengah Polri yang pernah menjabat sebagai Kapolres Kampar itu.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X