Naik Penyidikan, Kejati Riau Bidik Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Raya Senapelan

- Kamis, 8 Desember 2022 | 20:54 WIB
Masjid Raya Senapelan di Kota Pekanbaru  (https://jemari.riau.go.id/)
Masjid Raya Senapelan di Kota Pekanbaru (https://jemari.riau.go.id/)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akhirnya meningkatkan status perkara dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Provinsi Riau di Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. Yakni, dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Proyek tersebut diketahui berada di Satuan Kerja (Satker) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau.

Dari laman lpse.riau.go.id, tertera Nilai Pagu Rp8.654.181.913 dan HPS Rp7.804.810.000. Masih dari sumber yang sama, dinyatakan jika perusahaan pemenang tender adalah CV Era Dwi Gemilang dengan nilai penawaran dan harga terkoreksi sebesar Rp6.321.726.003,54.

Namun kenyataannya, perusahaan yang beralamat di Jalan Pesisir, Gang Singgalang Nomor 10 Meranti Pandak, Rumbai Pesisir, Pekanbaru itu urung mengerjakan proyek tersebut, karena saat diundang klarifikasi, perusahaan tersebut dinyatakan gugur karena syarat tidak lengkap. Dengan begitu, proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Watashiwa Miazawa selaku pemenang berkontrak dengan nilai penawaran dan harga terkoreksi Rp6.356.428.836,32.

Belakangan proyek tersebut diduga bermasalah. Sehingga membuat Kejati Riau turun tangan melakukan penyelidikan. Setelah mengumpulkan bahan dan keterangan, salah satunya melakukan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait, Jaksa akhirnya menyakini ada peristiwa pidana dalam perkara itu.

Korps Adhyaksa yang dikomandani Supardi itu akhirnya meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.

"Dugaan korupsi pada pembangunan Masjid Raya Provinsi Riau di Kecamatan Senapelan, ini kita tingkatkan ke penyidikan," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, Rizky Rahmatullah, Kamis (8/12) malam.

Dengan telah ditingkatkannya status perkara, kata Rizky, pihaknya selanjutnya akan berupaya mengumpulkan alat bukti. Salah satunya dengan mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi.

"Sebagaimana tahap penyidikan, kita akan mengumpulkan alat-alat bukti sehingga nanti perkara ini menjadi terang benderang," kata mantan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

"Sehingga kita akan tahu siapa nanti yang akan ditetapkan sebagai tersangka," sambungnya memungkasi.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X