Kejati Riau Tetapkan Dua Orang Tersangka Dugaan Korupsi di BSM Capem Pangkalan Kerinci

- Kamis, 8 Desember 2022 | 20:12 WIB
Kejati Riau melakukan penahanan terhadap mantan Kepala Capem BSM Pangkalan Kerinci, Ahmad Wahyu Qusyairi (Dodi/HRC)
Kejati Riau melakukan penahanan terhadap mantan Kepala Capem BSM Pangkalan Kerinci, Ahmad Wahyu Qusyairi (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akhirnya mengumumkan nama tersangka dugaan korupsi kredit macet di Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci. Jumlah tersangka diketahui berjumlah dua orang, dimana salah satunya adalah mantan Kepala Cabang Pembantu bank tersebut.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik melakukan ekspos. Dimana sebelumnya, telah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sebagai saksi.

"Dari pagi kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap salah satu saksi. Sebetulnya kita sudah panggil 2 orang saksi, tapi hanya hadir satu," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, Rizky Rahmatullah, Kamis (8/12) malam.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian tim penyidik melaksanakan ekspos. Hasilnya, kami telah menetapkan dua orang tersangka dalam perkara pemberian kredit usaha rakyat terhadap 109 nasabah di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci tahun 2012-2013," sambung dia.

Adapun dua orang tersangka itu adalah Ahmad Wahyu Qusyairi. Pria 49 tahun itu merupakan Kepala Cabang Pembantu BSM Pangkalan Kerinci tahun 2012-2013. Sementara tersangka kedua adalah Mawardi, salah satu debitur bank tersebut.

"AWQ adalah Kepala Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri tahun 2012-2013, dan MWI adalah salah satu debitur dan juga merupakan Ketua KUD Sialang Makmur," kata Rizky.

Mantan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) itu kemudian memaparkan modus para tersangka dalam perkara ini. Yakni, dengan berupa kredit topengan.

Kredit topengan adalah pengajuan kredit dengan menggunakan nama orang lain dan uangnya dikuasai atau digunakan seluruhnya oleh orang lain yang bukan debitur.

Untuk kepentingan penyidikan, para tersangka dilakukan penahanan. Untuk Ahmad Wahyu ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru untuk 20 hari ke depan.

"MWI saat ini sedang masa tahanan karena yang bersangkutan berstatus terpidana dalam perkara lain. Dia ditahan di Rutan (Kelas IIB) Siak," tegas Rizky.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X