Korupsi Kredit Fiktif Senilai Rp7 M, Dua Terdakwa Divonis 7 Tahun Penjara

- Rabu, 7 Desember 2022 | 20:51 WIB
Suasana sidang pembacaan putusan dengan terdakwa Arif Budiman dan Indra Osmer Gunawan Hutahuruk, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru
Suasana sidang pembacaan putusan dengan terdakwa Arif Budiman dan Indra Osmer Gunawan Hutahuruk, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Arif Budiman dan Indra Osmer Gunawan Hutahuruk dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan timbulnya kerugian negara sebesar Rp7 miliar lebih. Untuk itu, keduanya dituntut pidana masing-masing 7 tahun penjara.

Adapun perkara dimaksud adalah dugaan korupsi pemberian kredit modal kerja konstruksi (KMKK) oleh salah satu bank daerah yang ada di Kota Pekanbaru kepada debitur pakai surat kontrak palsu alias fiktif. Dalam perkara itu, Arif Budiman adalah debitur, dan Indra Osmer adalah mantan Manager Bisnis bank tersebut

Keduanya menjalani sidang secara virtual dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (7/12). Dimana majelis hakim yang diketuai Yuli Artha Pujayotama, JPU, dan penasehat hukum terdakwa berada di ruang sidang. Sementara para terdakwa berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.

"Iya. Sudah putus," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru, Martinus Hasibuan melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Agung Irawan, Rabu malam.

Dalam putusannya, kata Agung, hakim menyatakan kedua terdakwa bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hal itu tertuang dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Arif Budiman dan Indra Osmer Gunawan berupa pidana penjara selama 7 tahun, dan denda masing-masing sebesar Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan," sebut Agung.

Khusus terdakwa Arif Budiman, lanjut Agung, diwajibkan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp7.233.091.582 subsidair 4 tahun 6 bulan kurungan.

Vonis tersebut diketahui lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU yang menginginkan keduanya dihukum masing-masing 8,5 tahun penjara, dan denda Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan. Untuk terdakwa Arif Budiman dituntut membayar uang pengganti Rp7.233.091.582 subsidair 4 tahun 6 bulan kurungan.

Atas putusan itu, baik JPU maupun terdakwanya menyatakan pikir-pikir. "Pikir-pikir," tegas mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai itu.

Untuk diketahui, dugaan korupsi tersebut terkait pemberian fasilitas KMKK kepada Debitur Group Perusahaan CV Palem Gunung Raya, CV Putra Bungsu, CV Hikmah dan CV Putra Wijaya yang menggunakan dokumen kontrak atau Surat Perintah Kerja (SPK) tidak sah atau fiktif.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perkara Mantan Rektor UIN Suska Riau Belum Inkrah

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:06 WIB

Teddy Pardiyana Divonis 1 Tahun 3 bulan Penjara

Jumat, 20 Januari 2023 | 15:28 WIB
X