Didakwa Pasal Berlapis, Pelaku Pengancaman Kekerasan di Perumahan PT Langgam Harmuni Terancam 9 Tahun Bui

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:25 WIB
Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi, Andy Situmorang periksa berkas perkara Hendra Sakti Efendi. (haluanriau.co/Amri)
Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi, Andy Situmorang periksa berkas perkara Hendra Sakti Efendi. (haluanriau.co/Amri)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Kejaksaan Negeri Kampar terima berkas perkara dan tersangka kasus pengancaman kekerasan dan perusakan di perumahan karyawan PT Langgam Harmuni.

"Kami dari Kejaksaan Negeri Kampar telah menerima tahap II dari penyidik Polres Kampar. Tersangkanya satu orang atas nama Hendra Sakti Efendi," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Sabar Gunawan, melalui Jaksa Penuntut Umum Andy Situmorang, Rabu (4/8/2021).

Dikatakan Andy, terdakwa Hendra Sakti Efendi ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana pengancaman kekerasan terhadap masyarakat yang tinggal di perumahan PT Langgam Harmoni yang terletak di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Kejadiannya, sebut Andy, terjadi pada tahun 2020 lalu. Di mana saat itu terdakwa Hendra Sakti Efendi membawa ratusan masa untuk menduduki perumahan PT Langgam Harmuni dan melakukan pengancaman kekerasan.

"Dia datang membawa ratusan masa sambil membawa parang dan linggis untuk menduduki perumahan PT Langgam Harmuni. Kemudian menyuruh masyakat dan pekerja yang tinggal di situ keluar dan juga disuruh matikan lampu," jelas Andy

"Atas kejadian itu masyarakat terlebih anak-anak yang tinggal di situ menjadi ketakutan dan trauma. Akhirnya masyarakat tersebut pergi meninggal perumahan yang ditempatinya itu," sambung dia.

Setelah pergi kata Andy, masyarakat itu kembali pulang ke perumah tersebut. "Namun rumah yang mereka tempati sudah dalam keadaan hancur dan juga ada barang-barang masyarakat yang hilang," terang Andy.

Akibat perbuatannya Hendra Sakti Efendi dijerat dengan pasal berlapis.

"Terhadap terdakwa kami kenakan pasal 170 ayat 1 junto Pasal 56 ke 1 KUHP atau pasal 368 ayat 1 junto pasal 55 ayat ke 1 KUHP atau pasal 335 ayat 1 junto pasal 1 ayat ke 1 KUHP. Dengan ancaman 9 tahun penjara," pungkasnya.

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Amri

Tags

Terkini

X