Kejari Pekanbaru Layangkan Panggilan Umum untuk Terdakwa Korupsi PMB-RW Tenayan Raya

- Rabu, 23 November 2022 | 16:50 WIB
Fauzan, buronan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) (Dodi/HRC)
Fauzan, buronan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Fauzan diminta hadir mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru pada Desember 2022 mendatang. Surat panggilan umum terhadap pria yang berstatus terdakwa itu telah dikirimkan pada awal pekan ini.

Fauzan saat ini berstatus buronan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dia diduga melakukan korupsi penyimpangan anggaran Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) dan Dana Kelurahan di Kecamatan Tenayan Raya, Kita Pekanbaru. Dimana kegiatan tersebut bersumber dari APBD Kota Pekanbaru Tahun Anggaran (TA) 2019.

Sidang perdana perkara tersebut telah digelar secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa di Pengadilan Tipikor pada 31 Oktober 2022 kemarin. Dimana saat itu, Tim JPU membacakan surat dakwaan di hadapan majelis hakim yang diketuai Effendi.

Oleh majelis hakim, JPU diperintahkan untuk kembali memanggil terdakwa untuk bisa hadir mengikuti persidangan. "Iya. Kita telah mengirimkan surat panggilan umum kepada terdakwa untuk hadir di pengadilan pada 21 Desember 2022 mendatang," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru Martinus Hasibuan melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Agung Irawan, Rabu (23/11).

Surat panggilan itu, kata Agung, sudah kita sampaikan ke publik. Baik itu di media massa maupun media sosial.

"Sifatnya surat panggilan umum. Karena ini perintah pengadilan, kita laksanakan," tegas mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai itu.

Sebelumnya, Tim JPU juga diperintahkan hakim untuk meminta keterangan dari kepala desa, tempat Fauzan tinggal. Hal itu untuk penegasan bahwa yang bersangkutan tidak lagi berada di tempat tersebut.

Diketahui, dalam kegiatan itu, Fauzan merupakan Pendamping Kelurahan Sialang Sakti dan Tuah Negeri pada Program PMB-RW Kota Pekanbaru. Selain dirinya, Abdimas Syahfitra juga menyandang status yang sama. Mantan Camat Tenayan Raya itu telah dihadapkan ke persidangan dan dinyatakan bersalah.

Dalam penyidikan perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp493.486.858 itu, penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru telah beberapa kali memanggil Fauzan secara patut dan layak untuk diperiksa, baik sebagai saksi maupun dalam dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Namun yang bersangkutan tak kunjung datang, dan keberadaannya tidak diketahui.

Hingga akhirnya Jaksa menyematkan status buron dan memasukkan namanya dalam DPO. Status buron ditetapkan pada 26 April 2021 lalu.

Sejak saat itu, proses pencarian terus dilakukan. Kejari Pekanbaru telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) di Jakarta. Selain itu, juga meminta bantuan penangkapan kepada aparat penegak hukum yang lain. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Demi kepastian hukum, penyidik akhirnya melimpahkan berkas perkara Fauzan ke pengadilan.

Fauzan sendiri adalah warga Jalan Gunung Bungsu Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Itu sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya.

Fauzan diketahui memiliki tinggi badan sekitar 160 centimeter, berambut ikal, dan kulit sawo matang. Selain itu, dia memiliki tubuh gemuk, perut buncit dan pipi tembem.

(Dod)

Baca Juga: Blanko Kosong, Disdukcapil Kampar Terbitkan Suket dan Arahkan Masyarakat Cetak e-KTP Digital

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polres Inhil Tangkap Pelaku Judi Togel BSO118

Sabtu, 26 November 2022 | 11:31 WIB

ABG Ini Kalap, Curi Handpone dan Cabuli Nenek-Nenek

Selasa, 22 November 2022 | 14:04 WIB
X