Mantan Bupati Kuansing Mursini Kembali Mangkir Diperiksa

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 21:15 WIB
Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau, Raharjo Budi Kisnanto saat memberi penjelasan. (haluanriau.co/Dodi Ferdian)
Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau, Raharjo Budi Kisnanto saat memberi penjelasan. (haluanriau.co/Dodi Ferdian)

 

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU- - Mursini kembali tidak hadir memenuhi panggilan penyidik pada Kejaksaan Tinggi Riau. Mantan Bupati Kuantan Singingi itu berdalih surat panggilan terhadap dirinya tidak sah, dan minta dijadwalkan ulang.

Mursini adalah tersangka baru dugaan korupsi belanja barang dan jasa di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kuansing pada 6 kegiatan dengan total anggaran mencapai Rp13.300.600.000. Adapun kegiatan tersebut bersumber dari APBD Kuansing Tahun Anggaran (TA) 2017.

Sejatinya, Mursini diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka pada Jumat (30/7) kemarin. Namun yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan sakit.

Penyidik kemudian melayangkan surat pemanggilan kedua untuk menjalani pemeriksaan pada Senin (2/8). Lagi-lagi, mantan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau itu tidak hadir.

"Dia (Mursini,red) tidak hadir. Yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan," ujar Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto, Selasa (3/8).

Atas kondisi itu, penyidik kata Raharjo, kembali akan melayangkan surat pemanggilan ketiga. "Tentu penyidik akan melayangkan panggilan berikutnya," sebut Raharjo.

Saat ditanya apakah pada surat pemanggilan ketiga itu akan disertai dengan upaya paksa, Raharjo memberikan jawabannya. "Ya, nanti dulu lah. Ini baru panggilan kedua kok," kata Raharjo memungkasi.

Terpisah, Penasehat Hukum Mursini, Suroto, menyampaikan alasan ketidakhadiran kliennya. Menurut dia, pihaknya menerima surat panggilan yang tidak asli, melainkan fotokopi.

"Surat panggilannya yang fotokopi yang disampaikan ke Beliau (Mursini,red)," kata Suroto melalui panggilan telepon.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: Dodi Ferdian

Tags

Terkini

X