Korupsi Kredit Fiktif Senilai Rp7 M, Debitur dan Mantan Manajer Bank Dituntut 8,5 Tahun Penjara

- Selasa, 15 November 2022 | 20:24 WIB
Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU (Dodi/HRC)
Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Arif Budiman dan Indra Osmer Gunawan Hutahuruk dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan timbulnya kerugian negara sebesar Rp7 miliar lebih. Untuk itu, keduanya dituntut pidana masing-masing 8,5 tahun penjara.

Adapun perkara dimaksud adalah dugaan korupsi pemberian kredit modal kerja konstruksi (KMKK) oleh salah satu bank daerah yang ada di Kota Pekanbaru kepada debitur pakai surat kontrak palsu alias fiktif. Dalam perkara itu, Arif Budiman adalah debitur, dan Indra Osmer adalah mantan Manager Bisnis bank tersebut.

Keduanya menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang tersebut digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru secara virtual, dimana majelis hakim yang diketuai Yuli Artha Pujayotama, JPU, dan penasehat hukum terdakwa berada di ruang sidang. Sementara para terdakwa berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.

Dalam tuntutannya, Jaksa Dewi Sinta Dame Siahaan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menyatakan kedua terdakwa bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hal itu tertuang dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum.

Klik di sini untuk mendapatkan voucher Pegadaian

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Arif Budiman dan Indra Osmer Gunawan berupa pidana penjara selama 8 tahun dan 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara," ujar Jaksa wanita yang karib disapa Dame usai persidangan.

Selain itu, kata Dame, JPU juga menuntut para terdakwa untuk membayar denda masing-masing sebesar Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Khusus terdakwa Arif Budiman, JPU menuntutnya untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp7.233.091.582. Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam 1 bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

"Dan jika terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk
membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan penjara," tegas Kasubsi Penuntutan, Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksekusi pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X