Akhmad Mujahidin Didakwa Korupsi Pengadaan Internet, Mantan Rektor UIN Suska Riau Tak Ajukan Eksepsi

- Kamis, 3 November 2022 | 18:41 WIB
Suasana sidang perdana dugaan korupsi pengadaan layanan internet dengan terdakwa mantan Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahidin di Pengadilan Tipikor Pekanbaru (Dodi/HRC)
Suasana sidang perdana dugaan korupsi pengadaan layanan internet dengan terdakwa mantan Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahidin di Pengadilan Tipikor Pekanbaru (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Akhmad Mujahidin didakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan jaringan internet tahun 2020 sampai 2021 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Atas dakwaan itu, mantan rektor tersebut mengaku mengerti dan tidak keberatan.

Hal itu terungkap pada sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (3/11). Adapun agenda sidang adalah pembacaan surat dakwaan oleh Dewi Sinta Dame Siahaan selaku JPU pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Sidang tersebut digelar secara virtual. Dimana JPU dan penasehat hukum terdakwa berada di dalam ruang sidang bersama majelis hakim yang diketuai Salomo Ginting. Sementara itu, Akhmad Mujahidin mengikuti persidangan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru melalui fasilitas video teleconfrence.

Dalam surat dakwaan, JPU mengatakan,, tindakan rasuah dilakukan terdakwa Akhmad Mujahidin selaku Rektor UIN Suska Riau 2018-2022 berkerja sama dengan Benny Sukma Negara (masih dalam tahap penyidikan). Sekitar 2019  sampai 2020, terdakwa melakukan kolusi dan ikut serta dalam pemborongan, pengadaan atau persewaan internet.

Pengadaan jaringan internet, kata Jaksa, untuk menunjang proses belajar diajukan oleh Benny selaku Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data UIN Suska Riau. Untuk pengadaan dianggarkan dana Rp2.940.000.000, dan untuk Pengadaan Jaringan Internet bulan Januari hingga Maret 2021 sebesar Rp734.999.100.

"Adapun sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Rupiah Murni (RM). Bahwa Rencana Umum Pengadaan (RUP) kegiatan Pengadaan Jaringan Internet kampus UIN Suska Riau Tahun 2020 dan Tahun 2021 ditayangkan ke dalam aplikasi SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) LKPP dengan metode pemilihan e-purchasing," ujar Jaksa yang akrab disapa Dame itu.

Dalam pelaksanannya, lanjut Dame, terdakwa seolah-olah menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Layanan Internet. Hal itu dilakukan terdakwa selaku KPA UIN Suska Riau  berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001/R/2020 tentang Penetapan Penanggungjawab Pengelola Keuangan di Lingkungan UIN Suska Riau Tahun Anggaran 2020.

Padahal terdakwa telah menunjuk Rupiah Murni selaku PPK untuk kegiatan pengadaan layanan internet di UIN Suska Riau Tahun 2020. Namun terdakwa mengambil semua tanggung jawab PPK.

Pada saat dilakukan perbuatan, seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya, yaitu dengan cara terdakwa yang menandatangani Kontrak Berlangganan (Subscription Contract) Nomor: K.TEL.13/HK.820/WTL-1H10000/2020 tanggal 02 Januari 2020.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X