Mantan Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin Ditahan, Benny Sukma Negara Diobservasi ke RSJ

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 14:34 WIB
 (Dodi/HRC)
(Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menetapkan Akhmad Mujahidin sebagai tersangka dugaan korupsi kegiatan pengadaan Jaringan Internet pada Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Selain mantan rektor itu, status yang sama juga disematkan kepada Benny Sukma Negara.

Untuk nama yang disebutkan terakhir menjabat sebagai Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data UIN Suska Riau.

Penetapan tersangka itu dilakukan penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru pada 19 September 2022 kemarin. Berkas keduanya juga telah dinyatakan lengkap atau P-21 pada 19 Oktober 2022.

Selanjutnya, penyidik melimpahkan kewenangan penanganan perkara ke Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sejatinya, tahap II perkara tersebut dilaksanakan pada Kamis (20/10) kemarin. Namun hal itu urung dilakukan, karena Akhmad Mujahidin tidak hadir ke Kantor Kejari Pekanbaru.

"Kemarin dia mencoba kabur," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Agung Irawan, Jumat (21/10).

Namun, kata Agung, hal itu dapat dicegah. Pihaknya menyampaikan ke Penasihat Hukum terdakwa untuk bisa membawa Akhmad Mujahidin ke Pekanbaru.

"Kalau tidak, PH bisa dijerat dengan sangkaan obstruction of justice. Lalu saya kasih waktu Jumat ini," sebut mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai itu.

Klik di sini untuk mendapatkan voucher Pegadaian

Akhirnya, Akhmad Mujahidin bisa dibawa ke Kantor Kejari Pekanbaru. Selanjutnya dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti. "Tersangka Akhmad Mujahidin dilakukan penahanan di Rutan (Rumah Tahanan Negara) Kelas I Pekanbaru untuk 20 hari ke depan," tegas Agung.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X