Susul Mantan Manajer, Pegawai BJB Pekanbaru Akhirnya Dibui

- Senin, 2 Agustus 2021 | 19:59 WIB
Ekspos penahanan Indra Osmer Gunawan Hutahuruk, seorang oknum mantan manajer BJB Pekanbaru
Ekspos penahanan Indra Osmer Gunawan Hutahuruk, seorang oknum mantan manajer BJB Pekanbaru

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Tarry Dwi Cahya akhirnya menyusul mantan manager BJB Pekanbaru, Indra Osmer Gunawan Hutahuruk di penjara. Pegawai Bank Jabar-Banten Cabang Pekanbaru itu ditahan di sel tahanan Markas Kepolisian Daerah Riau.

Pengusutan perkara itu dilakukan penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Indra Osmer Gunawan Hutahuruk yang merupakan mantan Manager Bisnis Consumer BJB Cabang Pekanbaru dan Tarry Dwi Cahya.

Saat proses penyidikan, polisi telah melakukan penahanan terhadap Indra Osmer, yakni pada medio Juni 2021. Sementara Tarry saat itu, belum dilakukan penahanan.

Seiring jalannya waktu, berkas perkara keduanya telah dinyatakan lengkap atau P-21. Hal itu setelah Jaksa Peneliti menelaah kelengkapan syarat formil dan materil perkara.

Dengan telah dinyatakan P-21, tahapan berikutnya adalah pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tahap II itu dilakukan pada pekan kemarin.

"Pada Jumat (30/7) kemarin, diterima tahap II perkara BJB, denga tersangka TDC dan IOGH dalam berkas perkara terpisah," ujar Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Raharjo Budi Kisnanto, Senin (2/8).

Saat tahap II itu, Jaksa melakukan penahanan terhadap tersangka. Tidak hanya Indra, penahanan juga dilakukan terhadap Tarry.

"Para tersangka ditahan rutan, dititipkan di Rutan Polda Riau," kata mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), seraya mengatakan pelaksanaan tahap II dilakukan di Kejari Pekanbaru.

"Para tersangka diduga melanggar Pasal 49 ayat (1) huruf a atau Pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-undang (UU) Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan," pungkas Asintel Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto pernah memaparkan kronologis perbuatan kedua tersangka. Yaitu, berawal pada Januari 2018, pelapor Arif Budiman yang merupakan nasabah bank tersebut, mengetahui bahwa telah terjadi transaksi pencairan cek dari beberapa rekening giro perusahaan miliknya yang dilakukan tanpa seizin dan persetujuan dirinya.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: Dodi Ferdian

Tags

Terkini

X