Mantan Bupati Kuansing Mursini Mangkir Saat Pemeriksaan Jaksa

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:12 WIB
Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau, Raharjo Budi Kisnanto saat memberi penjelasan. (haluanriau.co/Dodi Ferdian)
Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau, Raharjo Budi Kisnanto saat memberi penjelasan. (haluanriau.co/Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kejaksaan telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Mursini pada Jumat (30/7/2021) ini. Namun hingga sore ini, mantan Bupati Kuansing itu tidak menampakkan batang hidungnya.

Mursini merupakan tersangka baru dugaan korupsi belanja barang dan jasa di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kuansing pada enam kegiatan dengan total anggaran mencapai Rp13.300.600.000 yang bersumber dari APBD Kuansing Tahun Anggaran (TA) 2017. Sejatinya, dia sudah diagendakan diperiksa atas statusnya sebagai tersangka.

Saat dikonfirmasi, Raharjo Budi Kisnanto membenarkan perihal ketidakhadiran mantan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau ini. Hal itu diketahuinya dari informasi yang diberikan penyidik.

"Sampai pukul 15.20 WIB, M (Mursini,red) belum memenuhi panggilan," ujar Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau itu.

Sampai saat ini, belum diketahui alasan Mursini memilih mangkir saat jadwal pemeriksaan. Meski begitu, penyidik yakin akan kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Mursini.

"Penyidik akan menjadwalkan ulang, memanggil yang bersangkutan untuk menentukan hari pemeriksaan yang akan datang," tegas mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah itu.

Sementara itu, penasihat hukum Mursini, Suroto menjelaskan kliennya belum bisa hadir memenuhi panggilan penyidik karena Mursini sedang sakit.

"Sesuai jadwal harusnya hari ini klien kami (Mursini,red) diperiksa. Tetapi batal, karena klien kami sedang dalam kondisi sakit," singkat Suroto.

Diketahui, pengumuman penetapan tersangka disampaikan pada Kamis (22/7/2021) lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61. Dalam perkara ini Mursini pun diketahui menjadi tersangka keenam, di mana sebelumnya sudah ada 5 pesakitan yang dihadapkan ke persidangan dan dinyatakan bersalah.

Mereka adalah mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing, Muharlius. Lalu, M Saleh, mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setdakab Kuansing yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada 6 kegiatan itu.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Dodi Ferdian

Tags

Terkini

X