Kejari Rokan Hulu Mulai Sidik Penyimpangan Pengelolaan Kekayaan Asli Desa Kepenuhan Raya

- Rabu, 28 September 2022 | 16:22 WIB
Kajari Rohul Fajar Haryowimbuko memimpin gelar perkara dugaan penyimpangan pengelolaan kekayaan asli Desa Kepenuhan Raya (Dodi/HRC)
Kajari Rohul Fajar Haryowimbuko memimpin gelar perkara dugaan penyimpangan pengelolaan kekayaan asli Desa Kepenuhan Raya (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, ROKAN HULU - Perkara dugaan penyimpangan pengelolaan kekayaan asli Desa Kepenuhan Raya, Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hulu (Rohul) Tahun Anggaran (TA) 2019-2021 telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Selanjutnya dilakukan proses pengumpulan alat bukti, untuk penetapan tersangka.

Hal itu diketahui dari gelar perkara yang dilakukan Tim Jaksa Penyelidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Rabu (28/9). Dimana kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejari (Kajari) Rohul, Fajar Haryowimbuko.

"Hari ini Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu memimpin gelar perkara terhadap adanya dugaan penyimpangan pengelolaan kekayaan asli Desa Kepenuhan Raya Kecamatan Kepenuhan TA 2019-2021," ujar Kajari Rohul Fajar Haryowimbuko, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Ari Supandi didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Susanto Martua Ritonga, Rabu siang.

Gelar perkara itu, kata Ari, merupakan tindak lanjut dari penyelidikan yang dilakukan sebelumnya dengan melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan. Hasilnya, Jaksa menemukan adanya peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana dalam kegiatan dimaksud.

Baca Juga: KLHK ‘Geruduk’ Pelaku Industri Minyak Kelapa Sawit Karena Cemari Lingkungan Riau

"Selanjutnya disepakati penyelidikan ditingkatkan ke tahap penyidikan," sebut Ari.

Ari kemudian menyampaikan sekilas soal dugaan penyimpangan yang terjadi. Dikatakan dia, Desa Kepenuhan Raya memiliki tanah kas desa seluas 20 hektare, dan tanah restan seluas 37 hektare. Tanah restan adalah tanah sisa pembagian lahan di dalam Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang sudah diserahkan ke pemerintah daerah.

Di dalam tanah kas desa dan tanah restan tersebut telah berisikan kebun kelapa sawit. Hal itu, sebut dia, seharusnya menjadi Pendapatan Asli Desa.

"Namun hanya sebahagian yang disetor ke kas desa," tegas Ari Supandi.

Dengan telah ditingkatkan status perkara, Jaksa selanjutnya mempersiapkan rencana penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi. Hal itu dilakukan dalam rangka mengumpulkan bukti.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polres Inhil Tangkap Pelaku Judi Togel BSO118

Sabtu, 26 November 2022 | 11:31 WIB

ABG Ini Kalap, Curi Handpone dan Cabuli Nenek-Nenek

Selasa, 22 November 2022 | 14:04 WIB
X