Terlibat TPPU, Berkas Petinggi Fikasa Group Telah P-21

- Rabu, 28 September 2022 | 14:38 WIB
Empat terdakwa perkara Promissory Note Fikasa Group (Dodi/HRC)
Empat terdakwa perkara Promissory Note Fikasa Group (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelimpahan tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga melibatkan petinggi Fikasa Group. Tahap II itu dilaksanakan karena berkas perkara telah dinyatakan lengkap atau P-21.

Sebelumnya, ada 4 orang petinggi Fikasa Group yang dihadapkan ke pengadilan dan menjadi terdakwa tindak pidana perbankan berupa investasi bodong yang mengakibatkan sejumlah korban mengalami kerugian total Rp84,9 miliar. Meski dinyatakan bersalah, para terdakwa masih melakukan upaya hukum.

Mereka adalah Bhakti Salim selaku Direktur Utama PT Wahana Bersama Nusantara (WBN) dan Direktur Utama PT Tiara Global Propertindo (TGP), Agung Salim selaku Komisaris Utama PT WBN, Elly Salim Direktur PT WBN dan Komisaris PT TGP, dan Christian Salim selaku Direktur PT TGP. Kedua perusahaan itu di bawah naungan Fikasa Group.

Tidak sampai di situ, ternyata juga ada perkara lanjutannya, yakni TPPU. Seperti perkara sebelumnya, perkara TPPU juga ditangani oleh Mabes Polri. Untuk surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) diterima oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Dalam SPDP itu tercantum nama tersangka Agung Salim dan kawan-kawan.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Rokan Hilir Musnahkan Barang Bukti 142 Perkara Pidana Umum

Untuk berkas perkara yang disebutkan terakhir telah dinyatakan P-21. Hal itu sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru Martinus Hasibuan saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Zulham Pardamean Pane.

"Kabarnya sudah P-21 dari Kejagung (Kejaksaan Agung, red), bulan ini," ujar Zulham, Rabu (28/9).

Dengan telah lengkapnya berkas perkara, kata Zulham, tahapan berikutnya adalah tahap II. Proses pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut, sebut dia, akan dilaksanakan di Kejari Pekanbaru.

"Tinggal menunggu pelimpahan tahap II. Tahap II-nya di Pekanbaru. Kita menunggu konsep mereka lah soal tahap II-nya," pungkas mantan Kasi Pidum Kejari Rokan Hilir (Rohil) itu.

Sebelumnya, dalam perkara dugaan investasi bodong, petinggi Fikasa Group itu divonis 14 tahun penjara dan denda sebesar Rp20 miliar subsidair 11 bulan kurungan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polres Inhil Tangkap Pelaku Judi Togel BSO118

Sabtu, 26 November 2022 | 11:31 WIB

ABG Ini Kalap, Curi Handpone dan Cabuli Nenek-Nenek

Selasa, 22 November 2022 | 14:04 WIB
X