Tidak Pakai Sabuk Keselamatan, Pelanggaran Terbanyak Terjaring E-TLE di Pekanbaru

- Minggu, 18 September 2022 | 16:07 WIB
Ilustrasi ETLE (ntmcpolri.info)
Ilustrasi ETLE (ntmcpolri.info)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau mencatat adanya 10.115 pelanggaran yang dilakukan pengendara kendaraan bermotor di Kota Pekanbaru. Pengendara tidak menggunakan sabuk keselamatan, mendominasi jenis pelanggaran tersebut.

Puluhan ribu pelanggaran itu tercatat melalui Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik yang ada di Kota Bertuah. Yakni, sepanjang 25 Maret 2021 hingga 14 September 2022.

Dikatakan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau Kombes Pol Firman Darmansyah melalui PS Kasubdit Gakkum Kompol Irnanda Oktora, jenis pelanggaran terbanyak yang terjaring adalah tidak menggunakan sabuk keselamatan dengan 5.266 pelanggaran. Lalu diikuti dengan tidak menggunakan helm 3.135.

"Lalu melanggar APIL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,red) sebanyak 1.393, menggunakan handphone saat berkendara 301 dan bonceng tiga sepeda motor sebanyak 4," ujar Kompol Irnanda, Minggu (18/9/2022).

Lanjut dia, jumlah pengendara mobil yang melakukan pelanggaran, berjumlah 6.960 orang dan sepeda motor 3.139 orang.

Penegakan hukum dengan ETLE atau tilang elektronik, sudah mulai dilakukan bagi para pelanggar lalu lintas di Kota Pekanbaru. Para pengendara yang melakukan pelanggaran di Kota Bertuah, akan terpantau oleh kamera ETLE yang terpasang di 4 titik.

Diantaranya di Jalan Imam Munandar (depan Hotel Alpha), Jalan Tuanku Tambusai (depan Mal Living World), dan di Jalan HR Subrantas (Simpang Tabek Gadang).

Di tiga titik ini, akan dipantau pelanggar yang tidak menggunakan helm, tidak menggunakan safety belt dan menggunakan handphone.

Sementara itu satu titik lagi, yaitu Jalan Jenderal Sudirman (depan Mapolda Riau lama). Di titik ini, akan dipantau pelanggar yang melanggar alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) dan marka jalan.

Sistem ETLE atau tilang elektronik ini diluncurkan pada Selasa (23/3/2021) lalu. Pasca launching, dilaksanakan sosialisasi selama 1 bulan. Setelah itu, petugas mulai melakukan penegakan hukum.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perkara Mantan Rektor UIN Suska Riau Belum Inkrah

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:06 WIB

Teddy Pardiyana Divonis 1 Tahun 3 bulan Penjara

Jumat, 20 Januari 2023 | 15:28 WIB
X