Tilap Anggaran Desa Rp1,1 M, Seorang Mantan Kades di Kampar Dijebloskan ke Tahanan

- Senin, 26 Juli 2021 | 23:10 WIB
Tim JPU pada Kejari Kampar menerima pelimpahan penanganan perkara dugaan korupsi dari penyidik Polres Kampar
Tim JPU pada Kejari Kampar menerima pelimpahan penanganan perkara dugaan korupsi dari penyidik Polres Kampar

HALUANRIAU.CO, KAMPAR-Tak lama lagi Afrizal Zein akan menjalani proses persidangan. Mantan Kepala Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri Hilir itu diduga melakukan penyimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Mentulik Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp1,1 miliar.

Penanganan perkara itu dilakukan penyidik Polres Kampar. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, perkara dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar, Senin (26/7).

Saat tahap II itu, Afrizal Zein langsung dilakukan penahanan dan dititipkan ke sel tahanan Mapolres Kampar.

"Hari ini kita telah menerima tahap II perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan tersangka AZ, mantan Kades Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, dari penyidik Polres Kampar," ujar Kepala Kejari (Kajari) Kampar, Arief Budiman melalui Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Gugi Dolansyah.

Dikatakan Gugi, penyimpangan yang dilakukan tersangka adalah terkait pengelolaan APBDes Mentulik TA 2019 lalu. Anggaran yang yang dicairkan tersangka, sebut Gugi, tidak sesuai dengan peruntukannya.

Lanjut dia, saat dimintai keterangan pada saat tahap II, Afrizal mengakui beberapa hal dan dana yang dicairkan penggunaannya tidak sesuai dengan aturan yang tertuang pada petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ada di Desa Mentulik.

Adapun modus yang dilakukan tersangka, yakni pembelian ambulan, pembayaran gaji pegawai, pembelian pakaian apartur desa dan lain sebagainya. Untuk mengelabui hal tersebut, tersangka selalu kades saat itu berupaya melengkapi administrasinya.

"Anggaran itu dicairkan dengan cara membuatkan adminitrasi untuk pembelian ambulan, gaji pegawai, pakaian desa dan lainnya," sebut Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kampar itu.

"AZ mencairkan secara tunai. Selanjutnya uang tersebut dikelola dan dibelanjakan oleh tersangka. Akan tetapi peruntukannya tidak sesuai sebagaimana mestinya yang tertuang dalam juknis dan juklak di desa tersebut," sambung dia.

Dengan telah dilakukan proses tahap II, Tim JPU selanjutnya akan menyiapkan surat dakwaan, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan. "Saat ini tersangka akan kita titipkan di Rutan Polres Kampar. Perkara ini secepatnya akan kita limpahkan ke pengadilan," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X